Sepanjang 2025 PalmCo Serap 3,25 Juta Ton TBS Petani Sawit, Meningkat
:
0
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero) menunjukkan serapan tandan buah segar (TBS) petani sawit sebesar 3,25 juta ton sepanjang 2025.
EmitenNews.com - Data PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero) menunjukkan serapan tandan buah segar (TBS) petani sawit sebesar 3,25 juta ton sepanjang 2025. Serapan tersebut berasal dari produksi petani plasma dan swadaya yang bermitra dengan perusahaan di berbagai wilayah operasional PalmCo.
“Tahun lalu dari total 12,26 juta ton TBS yang diolah, sebesar 3,25 juta ton merupakan produksi petani, baik swadaya maupun plasma,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Serapan tersebut meningkat sekitar 16 persen dibandingkan capaian 2024. Serapan berasal dari ratusan kemitraan koperasi unit desa (KUD) dan lembaga pekebun di tujuh regional PalmCo, yang melibatkan belasan ribu petani di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Peningkatan serapan TBS kebun rakyat tidak hanya berkaitan dengan pasokan bahan baku industri, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi petani.
“Kemampuan perusahaan maupun industri untuk menyerap hasil panen akan berbanding lurus dengan harga hingga pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Dari sisi petani mitra binaan, produktivitas kebun menunjukkan tren positif. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan membina belasan ribu petani dengan rata-rata produktivitas TBS berada di atas standar nasional, dengan pertumbuhan produktivitas petani plasma mencapai 19–20 persen.
Serapan TBS kebun rakyat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan sawit nasional, mengingat petani menguasai lebih dari 30 persen total luasan kebun sawit di Indonesia.
“Petani merupakan tulang punggung produksi sawit nasional. Karena itu, kepastian serapan dan kemitraan yang sehat menjadi kunci,” tutur Jatmiko.
PalmCo mendukung keberlanjutan kebun rakyat melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Sepanjang 2025, realisasi rekomendasi teknis PSR yang difasilitasi perusahaan mencapai 23.188 hektare.
Melalui program tersebut PalmCo berperan sebagai mitra pendamping petani, mulai dari aspek teknis hingga memastikan kebun hasil peremajaan kembali produktif dan terhubung dengan rantai pasok industri.
Related News
Pasar RI Makin Ramah pada Mobil Asal China, Cek yang Paling Laris
Pemadaman Listrik Bergilir Masih Terjadi, Ini Janji PLN
Rabbani Khatulistiwa 2026, Upaya Kalbar Tumbuhkan Ekonomi Syariah
Transaksi Pariwisata di Indonesia Wajib dalam Rupiah, Simak Aturan BI
Steve Hanke Kritik Kenaikan BI-Rate Langkah Putus Asa, MBG Bikin Kabur
Ikut Tren Global, Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram





