Sideways, IHSG Arungi 8.850-9.050
IHSG sempat menjejak rekor tertinggi intraday pada perdagangan kemarin. FOTO - Rizki/EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat terbatas 0,05 persen menjadi 8.980 setelah sempat bergerak melemah. Saham sektor teknologi membukukan penguatan terbesar, dan saham sektor industri mengalami koreksi terbesar.
Satuan Petugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) membuka potensi Danantara mengambil alih 28 perusahaan dengan izin dicabut karena bencana Sumatra, termasuk tambang emas anak usaha United Tractors (UNTR). Kondisi itu, mendorong penurunan signifikan saham UNTR dan Astra International (ASII).
Koreksi saham UNTR, dan Astra tersebut ikut membebani laju indeks. Namun, rebound beberapa saham telah mengalami tekanan jual selama beberapa hari terakhir, membatasi pelemahan indeks lebih lanjut, sehingga indeks dapat ditutup menguat tipis.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area oversold, dan berpotensi membentuk golden cross. Namun, histogram negatif MACD makin melebar. Indeks ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA20. Sehingga diperkirakan indeks masih akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 8.850-9.050.
Sementara itu, Rupiah di pasar spot kembali ditutup menguat di level Rp16.768 per dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Mata uang negara-negara Asia bergerak variatif. Investor menanti hasil pertemuan the Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan 3,5-3,75 persen.
Di sisi lain, Menteri keuangan Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,4 persen tahun ini dari estimasi 5,2 persen tahun 2025. Optimisme itu, didorong lonjakan permintaan domestik, dan sektor manufaktur masih berada di zona ekspansi.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Triputra Agro Persada (TAPG), Tjiwi Kimia (TKIM), Surya Citra Media (SCMA), Chandra Asri Pacific (TPIA), dan Sinergi Inti Andalan Prima (INET). (*)
Related News
Wow! Pos Indonesia Siapkan Internet 100 Mbps Cuma Rp100 Ribu Per Bulan
IHSG Nyungsep Imbas Pembekuan MSCI, BEI Buka Suara
Wall Street Melaju, IHSG Cenderung Koreksi
MSCI Bekukan Lonjakan Bobot Saham Indonesia
IHSG Rawan Koreksi, Angkut Saham INET, PGEO, dan BRPT
IHSG Naik Tipis 0,05 Persen, Sektor Teknologi Pimpin Penguatan





