SILO Siapkan Akuisisi 14 Saham Properti RS Senilai Rp9 Triliun
Suasana lingkungan Rumah Sakit Siloam Hospitals. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) emiten konglomerasi dari Mochtar Riady mengumumkan rencana akuisisi saham pada 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dengan nilai total mencapai sekitar Rp9 triliun sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis.
Sekretaris Perusahaan SILO, Lewi Aga Basoeki, dalam keterbukaan informasi Rabu (1/4/2026) mengemukakan transaksi tersebut akan dilakukan dalam dua tahap yakni, tahap pertama senilai Rp5,12 triliun dan tahap kedua melalui mekanisme opsi jual (put option) sebesar Rp3,87 triliun.
Pada tahap pertama, dikatakan Lewi bahwa perseroan akan mengakuisisi delapan properti rumah sakit utama, meliputi Siloam Hospitals Lippo Village, Kebon Jeruk, Manado, Denpasar, Purwakarta, Kupang, Sriwijaya, dan Baubau melalui perjanjian jual beli bersyarat.
Sementara itu, tahap kedua mencakup enam properti tambahan yakni, Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC), Makassar, TB Simatupang, Labuan Bajo, dan Yogyakarta yang akan dilakukan melalui skema opsi jual oleh pihak penjual.
Seluruh pendanaan transaksi ini akan berasal dari fasilitas kredit sindikasi. Lewi menjelaskan bahwa aksi korporasi ini tidak memberikan dampak material negatif terhadap arus kas, melainkan sejalan dengan arah ekspansi dan penguatan jaringan layanan kesehatan.
Lebih lanjut, Lewi Aga Basoeki menyampaikan bahwa realisasi transaksi ini masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan, termasuk persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta perizinan dari regulator sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun, wacana ini merupakan follow-ups dari Nota Kesepahaman Awal yang telah disampaikan kepada First REIT Management Limited pada Januari 2025.(*)
Related News
Pefindo Tetapkan Peringkat idAA- Prospek Stabil Untuk Bank Mega
Lepas Dari Suspensi, Saham FITT Lanjut Anjlok
Melejit 152 Persen, Emiten HT (BHIT) Bungkus Laba Rp478,54 Miliar
Performa COIN Solid, Segmen Derivatif Meledak 7.623 Persen
Longsor 794,64 Persen, FILM Tekor Rp257 Miliar
Sudahi 2025, Laba dan Pendapatan RAJA Tumbuh Minimalis





