Simak Lima Prediksi Pasar Kripto 2026
Ilustrasi pergerakan industri kripto. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bitcoin telah memberi imbal hasil lebih dari 600 persen bagi para investor sejak titik terendah pada akhir 2022. Beberapa trader berpendapat sekarang hanya koreksi normal, mirip dengan apa yang terjadi pada kuartal I 2025. Pendapat lain bilang ini menandai awal bear market.
Edisi 2025 adalah tahun relatif mengecewakan untuk Bitcoin, terutama dibanding 2024 dan 2023. Per 1 Desember, kinerja year-to-date (Ytd) Bitcoin minus 7 persen. Sebagai perbandingan, emas justou melesat 62 persen, S&P 500 sekitar 16 persen, dan Nasdaq sekitar 20 persen. Untuk kali pertama sejak 2023, Bitcoin tertinggal jauh belakang aset-aset utama lainnya.
So, berikut 5 prediksi Kripto untuk 2026. Pertama, skenario bBullish, Bitcoin rebound pada kuartal I karena kebijakan Q. Skenario bullish untuk industri kripto, dan Bitcoin pada 2026 bergantung pada gagalnya teori siklus empat tahunan. Alasannya faktor pendorong bullish dari lingkungan makro akan mendorong kripto, dan aset berisiko lainnya ke dalam bull market diperpanjang.
CEO BitWise, Matthew Hougan, mengatakan teori siklus sudah mati diperkuat dua faktor yaitu penurunan suku bunga, dan pemerintah mau terlibat dengan kripto. Gautam Chhugani, analis Bernstein, memperkirakan Bitcoin akan mencapai USD200 ribu pada 2026 dengan bull market lebih lama karena administrasi Trump ingin membangun AS menjadi ibu kota crypto dunia. Tekanan beli untuk Bitcoin akan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kedua, skenario bearish: 2026 akan menjadi awal pasar bbearish berikutnya. Meski banyak yang optimistis tentang 2026, faktanya Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 30 persen selama beberapa minggu terakhir. Banyak trader, seperti Benjamin Cowen, telah menyatakan bias bearish terhadap Bitcoin. Ia mengatakan Bitcoin pada akhirnya akan turun kembali di bawah SMA 200 Minggu (USD60-USD70 ribu) pada 2026.
Pandangan bearish terhadap pasar menyatakan siklus 4 tahun masih utuh. Selain itu, untuk kali pertama sejak separuh tahun 2024, Bitcoin berada di bawah EMA 100 Minggu. Itu terjadi pada 2022, ketika Bitcoin akhirnya turun di bawah EMA 100 Minggu setelah puncak November 2021. Ketiga, fundamental kembali penting. Ada banyak tren terjadi di bull market dua tahun terakhir. Sejak 2023, pasar telah melihat eksperimen teknologi ZK, blockchain modular, agen AI dan AI, pasar prediksi, perp DEX, ICM, dan narasi lainnya. Namun, sebagian besar dari apa yang disebutkan di sini sudah mati. Namun, beberapa narasi memiliki permintaan nyata, dan mempertahankan penggunanya.
Pendle, perdagangan bunga inovatif masih mempertahankan USD3 miliar di TVL, banyak protokol stablecoin menyimpan miliaran dolar sejak diluncurkan, dan Hyperliquid mengukir jalurnya sendiri di sektor Perp Dex. Ketika pasar menjadi bearish selama beberapa bulan terakhir, fundamental sekali lagi menjadi bahan pembicaraan. Pendapatan, PMF (kecocokan produk dan pasar), dan pengguna menjadi makin penting bagi investor dan pedagang.
Keempat, pasar prediksi akan terus berkembang. Salah satu produk paling inovatif dan sukses muncul dari pasar bullish ini pasar prediksi. Dua pemain terkemuka sektor ini adalah Kalshi, dan Polymarket. Keduanya saat ini memiliki valuasi sekitar USD11 miliar hingga USD15 miliar, dengan Kalshi baru saja mengumpulkan USD1 miliar pada valuasi USD11 miliar. Pasar prediksi telah mendapat perhatian dari sektor teknologi lebih luas.
CEO Polymarket tampil di TV, dan mengatakan pasar prediksi, salah satu cara paling akurat untuk memprediksi suatu peristiwa. Selain itu, Kalshi baru saja menjadi mitra pasar prediksi resmi CNN. Dengan Piala Dunia FIFA makin dekat, sektor pasar prediksi makin tumbuh pada 2026.
Faktor kelima, Crypto terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari melalui Neobank. Stablecoin, dan pembayaran kripto adalah kemajuan lain dalam industri kripto yang menemukan kecocokan pasar produk. Meski proyek berbasis stablecoin sudah populer di kalangan pengguna kripto, pembayaran kripto (neobank) mulai menarik perhatian masyarakat luas. Saat ini, ada lebih dari lima pemain besar sektor neobank kripto. Revolut, Kast, Ether.fi, Rain, Tria, dan Reddotpay adalah beberapa di antaranya. Secara kolektif, sektor neobanks mencapai sekitar USD400 juta volume pada November (tidak termasuk data dari Revolut dan Kast).
Terlepas dari pasar bearish atau bull run yang diperpanjang, yang pasti beberapa narasi atau sektor akan mengungguli yang lain. Seperti telah dibahas, proyek-proyek dengan pengguna nyata, dan produk dapat digunakan akan menjadi kunci. Mengingat hal itu, dapat mempersempit beberapa sektor potensial: perpetual DEX, pasar prediksi, tokenisasi, dan pembayaran atau stablecoin. Seluruh narasi itu, sudah memiliki potensi untuk mengungguli di tahun mendatang karena fundamental kuat. (*)
Related News
IHSG Menguat Terbatas di Akhir Pekan, Tiga Sektor Jadi Penekan
IHSG Sesi I (9/1) Tantang Lagi Level Psikologis 9.000
Biayai Korporasi, Bank Perlu Jaga Keseimbangan Ekspansi dan Risiko
Gembok Dibuka, 5 dari 7 Saham Ini Terbang Mentok ARA
Empat Saham Ini Kena Gembok, Kapan Estimasi Dibuka?
Wall Street Rebound, IHSG Nyungsep





