Sinyal Bunga Fed Menguat, Indeks Dolar Tertahan di 99,95
:
0
Indeks dolar Amerika Serikat bergerak stabil di kisaran level 99,95 pada perdagangan hari Jumat setelah mengalami pemulihan pada sesi sebelumnya.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Indeks dolar Amerika Serikat bergerak stabil di kisaran level 99,95 pada perdagangan hari Jumat setelah mengalami pemulihan pada sesi sebelumnya. Investor memilih bersikap hati-hati menjelang rilis laporan ketenagakerjaan periode Juli yang menjadi petunjuk utama kekuatan pasar tenaga kerja serta arah kebijakan moneter The Federal Reserve.
Pergerakan nilai tukar dolar AS dan dinamika suku bunga global ini turut memengaruhi pergerakan kurs rupiah serta iklim investasi di pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data Trading Economics, para pejabat The Fed memberi sinyal yang kian kuat mengenai kesiapan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat untuk meredam tekanan inflasi. Pelaku pasar keuangan saat ini memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mendatang.
Laporan Financial Times menyebutkan bahwa Ketua Fed Kevin Warsh bersedia menaikkan suku bunga acuan pada bulan depan apabila angka inflasi dalam beberapa pekan mendatang tetap tinggi. Pimpinan bank sentral tersebut juga diperkirakan tetap mempertahankan gaya komunikasi yang sederhana meskipun sempat menuai kritik dari pasar keuangan.
Dolar AS juga memperoleh topangan tambahan dari pemulihan harga minyak dunia akibat kembali meningkatnya ketegangan militer di Selat Hormuz. Eskalasi di jalur pelayaran vital tersebut kembali menyulut kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi dan ketidakpastian prospek suku bunga.
Rilis data tenaga kerja AS mendatang diproyeksikan menjadi sentimen kunci yang akan menentukan arah pergerakan aset-aset berisiko dan komoditas di pasar global.(*)
Related News
Kejar Aset Kewajiban BLBI, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi
Rupiah Turun ke Rp17.884, Pasar Waspadai Hal Ini
Emas Dunia Rebound, Kok Emas Antam Turun?
Harga Minyak Turun, Bitcoin Jadi Buruan Investor
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Dolar Bertahan di Level 100,3
Harga Nikel-Batu Bara Naik, Angin Segar Emiten Minerba





