Suami Puan Maharani Gelar Tender Wajib Saham MINA Rp25 per Lembar
:
0
Salah satu hotel yang dimiliki MINA
EmitenNews.com - Suami Puan Maharani Hapsoro (Happy Hapsoro) akan melakukan penawaran tender wajib atas sebanyak-banyaknya 2.825.260.900 lembar saham atau sebanyak-banyaknya 43,05% dari jumlah saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA).
Gunawan Angkawibawa Direktur PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dalam keterangan resmi Rabu (8/1) mengumumkan bahwa, harga penawaran tender wajib sebesar Rp25 per saham sehingga total nilai penawaran sebanyak-banyaknya Rp70,631 miliar.
Happy Hapsoro yang berdomisili di Kebagusan Kec.Pasar Minggu, Jakarta Selatan tersebut menyatakan memiliki dana yang cukup yang bersumber dari rekening pribadi.
PT Minna Padi Investama sekuritas menjadi perusahaan efek yang ditunjuk melakukan penawaran tender ini.
Periode penawaran tender wajib dimulai pada 9 Januari 2025 hingga 7 Februari 2025. Sedangkan tanggal terakhir pembayaran atau penyelesaian tender wajib pada 19 Februari 2025.
Adapun latar belakang Happy Hapsoro melakukan pengambilalihan perusahaan sasaran untuk tujuan investasi dimana perusahaan sasaran merupakan salah satu perusahaan yang berkembang di bidang pengembangan properti dan perhotelan.
Setelah Penawaran Tender Wajib selesai, HH berencana untuk terus melanjutkan hal-hal yang terkandung di dalam rencana pengembangan operasional yang telah disampaikan oleh MINA kepada OJK, BEI dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, termasuk, namun tidak terbatas, pada hal-hal sehubungan dengan arah dan strategi pengembangan dan rencana permodalan MINA selama masa transisi agar tidak mengganggu kegiatan operasional MINA yang saat ini sedang berjalan.
Perlu diketahui Happy Hapsoro mengempit 51,44 persen saham Sanurhasta Mitra (MINA). Penguasaan saham sebanyak itu, selevel dengan 3,37 miliar eksemplar. Dengan demikian, suami Puan Maharani itu, resmi menjadi pengendali perseroan.
Penuntasan transaksi itu, seiring dengan pembelian 243,75 juta saham perseroan dengan harga Rp23 per lembar. Dengan skema harga itu, menantu Megawati tersebut dipaksa merogoh dana segar senilai Rp5,6 miliar.
Pembelian saham sekitar 3,71 persen itu, dilakukan pada 20 November 2024. ”Tujuan transaksi untuk investasi, dan memberi nilai tambah bagi portofolio investasi,” tukas Ifiandiaz Nazsir, Direktur Utama Sanurhasta Mitra.
Related News
Emiten Grup Djarum Blibli Minta Restu Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru
Pengendali MDLA Sebar 45 Persen Saham, Ini 2 Sosok Penerimanya!
Cek 11+42 Konstituen MSCI Indonesia, Bakal Primadona Fund Manager
BIPI Gandeng Entitas Tommy Soeharto Garap 5 Proyek Rp25,5 Triliun
Free Float 94 Persen, TAXI Boncos 999 Persen Akhir 2025
TLKM Penghuni Tetap MSCI, Bank of New York Borong 223,67 Juta Lembar





