EmitenNews.com - Kabar baik dari petani. Program Makmur budidaya singkong di Lampung Tengah telah meningkatkan produktivitas petani hingga 30 persen. Dalam program ini petani bisa mendapatkan pembiayaan sekaligus akses kepada pupuk terbaik dan mendapatkan pelatihan hingga mencarikan pasar produk hasil panen. Secara nasional realisasi Program Makmur telah mencapai 40.332 hektare, yang melibatkan 28.884 petani.


"Dari program ini, petani dapat pendanaan dan pupuk yang bagus, serta bisa meningkatkan produktivitas sampai 20-30 persen," kata Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, di Jakarta, Minggu (12/9/2021).


Program yang digagas PT Pupuk Indonesia (Persero) itu, dinilai bisa meningkatkan pendapatan petani, sehingga tingkat kesejahteraannya semakin membaik. Untuk itu, pemerintah menargetkan 4 juta hektare bisa memanfaatkan Program Makmur untuk meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.


Senior Project Manager Program Makmur Pupuk Indonesia, Supriyoto, mengatakan Program Makmur Lampung Tengah berfokus pada budidaya singkong. Di atas lahan seluas 30 hektare melibatkan 20 orang petani yang dipimpin PT Pusri Palembang.


Melalui program itu, urai Supriyoto, para petani peserta program, mendapatkan jaminan permodalan, penyediaan pupuk berkualitas, benih dan pestisida serta mendapatkan konsultasi dari para ahli agronomi. Petani juga mendapatkan jaminan adanya pembeli dengan harga yang menguntungkan petani. "Kami juga melakukan kawalan teknologi, bekerja sama dengan pemerintah setempat memberikan pendampingan kepada petani agar hasilnya optimal."


Selain budidaya singkong, Program Makmur di Lampung Tengah juga akan dilakukan untuk petani padi di Kecamatan Gedung Meneng. Program ini akan menggarap lahan seluas 492 hektare. Masih di Lampung Selatan, program ini juga akan menyasar petani untuk budidaya jagung di Kecamatan Natar di atas lahan 10 hektare, dan akan terus ditingkatkan, serta diperluas.


Secara nasional realisasi Program Makmur telah mencapai 40.332 hektare, yang melibatkan 28.884 petani. Hampir keseluruhan program dilakukan dengan memanfaatkan pupuk nonsubsidi. Dari hasil panen di sejumlah daerah menunjukkan, petani yang mengikuti Program Makmur dapat meningkatkan produksi hingga rata-rata 42 persen untuk tanaman jagung, dan 34 persen untuk tanaman padi. Keuntungan petani juga meningkat rata-rata sebesar 52 persen untuk tanaman padi, dan 41 persen untuk tanaman jagung.


Kepada pers, salah satu peserta program, Supadman (55) warga Kecamatan Seputih Mataram, mengaku terbantu ketika menjadi bagian program. Ia menilai program tersebut memberi banyak manfaat mulai dari kebutuhan permodalan sampai hal-hal teknis. Ia menjelaskan dari program itu, ada bantuan kebutuhan modal, pupuk, pestisida, dan lain-lain dalam bentuk barang, selain bantuan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). ***