Sumber Alfaria (AMRT) Kuartal III Cetak Laba Rp2,3T Naik 9,1 Persen
:
0
Gambar emiten AMRT
EmitenNews.com - Sepanjang Januari hingga September 2024, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp2,39 triliun, tumbuh 9,13% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang mencapai Rp2,19 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru AMRT yang dirilis Kamis (31/10), jaringan ritel pengelola minimarket Alfamart ini mencatat pendapatan Rp88,21 triliun, naik 10,23% dari tahun lalu sebesar Rp80,02 triliun.
Seiring dengan peningkatan omzet, beban pokok pendapatan AMRT juga naik 9,85% year-on-year (YoY) menjadi Rp69,34 triliun, yang mendorong laba bruto per Kuartal III 2024 mencapai Rp18,86 triliun, meningkat 10,59% YoY.
Namun, laba usaha perseroan hingga akhir September 2024 hanya tumbuh tipis sebesar 7,63% menjadi Rp3,10 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak penghasilan juga naik 11,23% YoY menjadi Rp3,07 triliun, meskipun perseroan mengalami peningkatan beban pajak penghasilan sebesar 16,68% YoY menjadi Rp594,24 miliar.
Dengan demikian, laba periode berjalan yang dibukukan AMRT mencapai Rp2,47 triliun atau naik 9,77% YoY, dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada Kuartal III 2024 sebesar Rp2,39 triliun, naik 9,13% dari Kuartal III 2023.
Pada akhir September 2024, AMRT mencatatkan ekuitas sebesar Rp16,78 triliun, naik 6,87% dibandingkan akhir Desember 2023 yang sebesar Rp15,70 triliun. Liabilitas perusahaan juga meningkat 7,06% year-to-date (YtD) menjadi Rp19,85 triliun, sehingga total aset AMRT bertambah 6,98% dari Rp34,24 triliun pada Desember lalu menjadi Rp36,63 triliun per September 2024.
Related News
Aksi Serok Saham BAPA, Belvin Ngaku Tak Sadar Akumulasi 7 Persen Lebih
Merck (MERK) Sebar Dividen Rp275 per Lembar, Setara Separuh Laba 2025
PGUN Sisihkan Rp119 Miliar Laba Ditahan, Dividen Tetap Jalan
MSTI Bagi Dividen Final Rp106/Lembar, Yield Capai 7,54 Persen
CRSN Bagi Dividen Minimalis, Cek Nominalnya
Saham Sempat Melemah, ISSP Siapkan Buyback Rp200 Miliar





