Suntik Modal, Sinar Mas (SMMA) Kini Kuasai 19 Persen Saham Liugong

Ilustrasi Sinar Mas Multiartha. dok. Marketnews.
EmitenNews.com - PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) melakukan penyertaan modal pada PT Liugong Finance Indonesia pada Senin (30/9/2024). SMMA berinvestasi pada Liugong sebesar Rp95 miliar serta tidak melebihi 20% dari ekuitas SMMA. Pasca peningkatan modal itu, SMMA kini menguasai 19 persen saham Liugong.
Dalam keterangannya Direktur utama SMMA, Burhanuddin Abdullah menuturkan bahwa SMMA melakukan penyertaan modal pada Liugong sebesar Rp95 miliar.
Dipastikan tidak melebihi 20% dari ekuitas SMMA, sehingga bukan merupakan transaksi material sesuai regulasi OJK dalam POJK 17/2020.
Dengan transaksi itu, kepemilikan SMMA dalam Liugong menjadi 950.000 lembar saham senilai Rp95 miliar setara dengan 19%.
Penguasaan saham Liogong ada di tangan Liugong Machinery sebesar 4.050.000 lembar saham senilai Rp405 miliar setara dengan 81%.
Burhanuddin Abdullah menambahkan penyertaan modal ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha SMMA.
Sebelumnya, Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyuntik modal ke anak usaha, Sinar Mas Multifinance sebesar Rp2,4 triliun. Transaksi injeksi fasilitas pinjaman tersebut telah dipatenkan pada Kamis, 22 Agustus 2024.
Felix, Corporate Secretary Sinar Mas Multiartha menyebutkan, jumlah pinjaman dengan jangka waktu 5 tahun tersebut tidak melebihi 20 persen dari ekuitas perusahaan. Oleh sebab itu, pinjaman tersebut tidak bersifat material.
”Transaksi dilakukan secara bertahap atau secara sekaligus mulai pada 22 Agustus 2024,” tegas Felix.
Informasi yang ada menyebutkan, suku bunga pinjaman sebesar 1 persen efektif per annum wajib dibayarkan PT Sinar Mas Multifinance setiap akhir bulan atau pada saat jatuh tempo. Pinjaman tersebut tidak berdampak negatif terhadap keuangan perseroan.
”Transaksi itu, tidak berdampak buruk terhadap perseroan baik dari sisi kegiatan operasional, dampak terhadap kondisi keuangan, dan proyeksi keuangan, dampak hukum maupun dampak terhadap kelangsungan usaha perseroan,” ucap Felix. ***
Related News

BEI Ungkap Penerapan Short Selling Bulan Depan

Imbas Demo, BNI Tutup Sementara 4 Kantor Cabang di Jakarta

Sentra Investa Buang Satu Juta Saham BMBL di FCA, Buat Apa?

Bos Bank KB (BBKP) Lepas 11,9 Juta Saham Harga Atas

IMAS Grup Salim Umumkan Caplok 99,98 Persen Saham Nissan Motor

Emiten Sawit Ini Cetak Laba Melonjak 1.323 Persen di Semester I-2025