Surplus 12 Persen, Medio 2025 ITMG Produksi Batu Bara 10,4 Juta Ton
Suasana di pelabuhan pengangkutan batu bara perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indo Tambangraya Megah (ITMG) semester pertama 2025 mencatat produksi batu bara 10,4 juta ton. Melejit 12 persen dari edisi sama tahun lalu 9,3 juta. Hasil itu menyusul lonjakan volume penjualan 8 persen menjadi 11,7 juta ton.
Namun, pendapatan turun 12 persen menjadi USD919 juta dari USD1,05 miliar. Itu terutama disebabkan penurunan harga jual rata-rata (ASP) 19 persen menjadi USD78 per ton dari USD97 per ton. Kondisi itu, seiring harga acuan batu bara melemah Terutama indonesia coal index (ICI)
Meski demikian, beban pokok pendapatan turun 10 persen menjadi USD695 juta dari USD774 juta. Penurunan itu, tersebab biaya operasional lebih rendah, dan lebih efisien pada biaya-biaya dapat dikendalikan. Secara year-on-year, beban penjualan menurun sedikit USD2 juta, beban umum dan administrasi naik USD4 juta, dan total beban operasional tercatat USD100 juta.
Perusahaan membukukan penghasilan keuangan USD21 juta, sedikit meningkat dari tahun sebelumnya. Selain itu, beban lainnya (net) USD3 juta dibanding edisi sebelumnya USD27 juta karena kerugian selisih kurs lebih rendah.
Royalti kepada Pemerintah sedikit menurun 10 persen year-on-year menjadi USD104 juta edisi sama tahun lalu USD116 juta tersebab koreksi rata-rata harga jual batu bara. Selain itu, beban pajak penghasilan tercatat USD43 juta. Laba periode berjalan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD91 juta, turun 29 persen dari USD129,07 juta.
Perusahaan membukukan laba bersih USD94 juta susut 27 persen dari periode sama tahun lalu USD129 juta. Jumlah aset USD2,38 miliar, turun dari USD2,4 miliar. Liabilitas naik menjadi USD516 juta dari akhir tahun lalu USD473 juta. Total ekuitas USD1,87 miliar, susut dari USD1,93 miliar. (*)
Related News
Komisaris Indospring (INDS) Tampung Beli 100 Ribu Saham Kala Harga ARB
Gugatan PKPU Sudah Dicabut, TAMU Pastikan Operasional Aman
Tembus Rp1,47T, Laba Astra Agro (AALI) Melonjak 28,25 Persen di 2025
OJK Bongkar Kasus Transaksi Semu Saham IMPC 2016, Ini Kronologisnya
Bos NTBK Jual Berturut 50 Juta Saham, Total Nilai Rp4,6 Miliar
Dalam Proses Akuisisi, Pengendali DPUM Diam-Diam Jual 25 Juta Saham





