Survei Indekstat, Magang Nasional Jadi Program Paling Memuaskan
Peluncuran Program Pemagangan Nasional. Dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Pemagangan Nasional meraih tingkat kepuasan tertinggi masyarakat di antara program pemerintah lainnya. Skornya mencapai 80,86 persen. Pemagangan Nasional juga menunjukkan kinerja program tertinggi dalam hasil survei, yakni 80,24 persen.
"Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat haus akan program yang bisa langsung menjembatani mereka ke dunia kerja," kata Direktur Indekstat Ali Mahmudin dalam rilis hasil Survei Nasional Indekstat, seperti dikutip Minggu (22/2/20226).
Pengumpulan data survei Indekstat dilakukan pada rentang 11–25 Januari 2026 yang melibatkan 1.200 responden berusia 17 tahun ke atas di 38 provinsi secara proporsional. Survei memiliki tingkat toleransi kesalahan atau margin of error (MoE) sebesar 2,9 persen.
Kita tahu, program Magang Nasional merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja nyata bagi fresh graduate (maksimal 1 tahun setelah lulus) dan menekan pengangguran.
Program yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan itu berlangsung selama 6 bulan di berbagai sektor industri (BUMN/swasta). Peserta magang mendapat uang saku setara Upah Minimum Provinsi/Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMP/UMK), jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan), serta sertifikat.
Meski dihantui isu pengangguran, pemerintah bukan tanpa upaya. Indekstat membedah tingkat kepentingan, kinerja, dan kepuasan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah secara komposit.
Hasilnya, program yang menyasar langsung pada penyiapan tenaga kerja justru mendapat apresiasi tertinggi.
Program unggulan lainnya, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki tingkat kesadaran hingga 95,2 persen, masyarakat menuntut adanya evaluasi substantif.
Tuntutan evaluasi serupa juga dialamatkan pada program Swasembada Pangan Nasional dan program Peningkatan Gaji Guru.
Terdapat beberapa aspek yang perlu dievaluasi dari program kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dilihat dari aspek substantif dan prosedural.
Dalam survei, terlihat program MBG, Swasembada Pangan Nasional, dan Peningkatan Gaji Guru berada dalam program dengan aspek substantif yang paling dipertahankan, namun secara simultan mendapat tuntutan evaluasi yang tinggi.
Sementara itu, program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra), yang diharapkan menjadi bantalan ekonomi masyarakat bawah, mendapat sorotan pada aspek prosedural. Publik mendesak adanya evaluasi terkait kejelasan informasi serta prosedur pendataan dan verifikasi penerima agar lebih tepat sasaran. ***
Related News
Bea Cukai Segel Toko Berlian Bening Luxury di Pluit, Ini Masalahnya
Energi, Aviasi, hingga Pertanian: Ini Daftar Belanja Indonesia dari AS
Termasuk AS, Bahlil Tegaskan Investasi Asing Wajib Patuh Hilirisasi
Kajian ITB, Banjir Bandang Sumatera Lampaui Standar Mitigasi Nasional
Buron Interpol Kasus TPPO Kamboja Rivaldo Aquino Tertangkap di Bali
Kecelakaan Tambang Timah, Polda Babel Tetapkan 2 Tersangka Lagi





