EmitenNews.com - TBS Energi Utama (TOBA) paruh pertama 2023 mencetak laba bersih USD8,6 juta. Melorot 75 persen dari posisi sama tahun sebelumnya senilai USD34,62 juta. Dengan demikian, laba per saham dasar emiten kelolaan keponakan Luhut Pandjaitan, Pandu Sjahrir itu, turun ke level USD0,0011 dari edisi sama sebelumnya USD0,0043. 


Pendapatan turun menjadi USD278,19 juta, dari edisi sama tahun lalu USD279,52 juta. Beban pokok pendapatan USD239,39 juta, bengkak dari fase sama tahun lalu USD215,25 juta. Laba kotor terkumpul USD38,79 juta, melepuh dari posisi sama tahun lalu USD64,27 juta. Beban umum dan administrasi USD26,16 juta, bengkak dari USD15,17 juta. 


Beban penjualan dan pemasaran USD922,46 ribu, bengkak dari USD704,64 juta. Laba selisih kurs USD548,45 ribu, melambung dari tekor USD59,83 ribu. Pendapatan lain-lain USD26,8 juta, naik dari periode sama tahun sebelumnya sebesar USD24,24 juta. Laba operasi terakumulasi USD39,05 juta, melesat dari edisi sama tahun lalu USD72,58 juta. 


Pendapatan keuangan USD1,71 juta, menanjak dari posisi sama tahun lalu USD1,25 juta. Beban keuangan USD18,1 juta, membengkak dari periode sama tahun lalu sebesar USD11,68 juta. Laba sebelum beban pajak USD22,67 juta, anjlok dari episode sama tahun lalu USD62,14 juta. Beban pajak bersih USD4,96 juta, menciut dari posisi sama tahun lalu USD10,97 juta.


Laba periode berjalan USD17,7 juta, ambrol dari edisi sama tahun lalu USD51,16 juta. Jumlah ekuitas USD420,38 juta, susut dari akhir 2022 senilai USD423,71 juta. Liabilitas USD485,48 juta, bengkak dari akhir tahun lalu USD475,61 juta. Jumlah aset USD905,87 juta, melejit dari episode akhir tahun sebelumnya USD899,32 juta. (*)