EmitenNews.com - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, mencatatkan pertumbuhan kuat dan konsisten. Pencapaian emiten pertambangan dan pemrosesan nikel berkelanjutan itu, didorong oleh peningkatan produksi dan efisiensi operasional. Tahun 2023, NCKL mencatat pendapatan Rp23,86 triliun atau meningkat sebesar 149% dari tahun sebelumnya.

Dalam keterangannya yang dikutip Rabu (3/4/2024), Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk, Roy Arman Arfandy mengatakan, di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan sepanjang tahun 2023, Harita Nickel berhasil mempertahankan pertumbuhan. 

Pencapaian tahun 2023 itu, menurut Roy Arman Arfandy mencerminkan upaya bersama tim Harita Nickel, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, dalam menghadapi volatilitas pasar dengan strategi tangguh dan adaptif. Termasuk dengan mendorong inovasi dan meningkatkan efisiensi operasional, terutama dengan proses pertambangan dan produksi yang berada di satu lokasi terintegrasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan. 

“Kami terus berkomitmen pada peningkatan efisiensi dan pengembangan yang konsisten untuk memastikan perseroan berada pada posisi yang baik dalam menghadapi dinamika industri ke depan,” katanya.

Komitmen Harita Nickel terhadap keunggulan operasional dan inovasi memainkan peranan penting dalam mengoptimalkan proses produksi, mengurangi biaya dan mendorong pertumbuhan. Perluasan kemampuan produksi yang strategis ini memungkinkan Harita Nickel memenuhi permintaan nikel yang masih terus meningkat, khususnya di sektor baterai kendaraan listrik. 

Salah satunya adalah fasilitas pemurnian limonit kedua dengan teknologi HPAL dari Obi Nickel Cobalt (ONC) yang diharapkan akan mulai beroperasi pada tahun ini. Capaian di tahun fiskal 2023 merupakan bukti dari komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan konsisten dan bertanggung jawab, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Harita Nickel, Rabu ini, mengumumkan capaian keuangannya untuk periode tahun fiskal yang berakhir pada 31 Desember 2023. Di tengah tantangan global, seperti penurunan harga nikel dan ketidakpastian ekonomi secara makro, NCKL tetap mencatat pertumbuhan kuat dan konsisten, didorong peningkatan produksi dan efisiensi operasional.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp5,62 triliun

Tahun 2023, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp5,62 triliun, meningkat dari Rp4,67 triliun di tahun sebelumnya dan bertumbuh 20%. 

Pertumbuhan ini mencerminkan pengelolaan operasional efektif dan pertumbuhan stabil di tengah pasar yang fluktuatif. Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) untuk laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai 170% sejak tahun fiskal 2020.