Tak Cuma Listrik, Bahlil Dorong Geothermal Buat Industri
:
0
Pemerintah mendorong perluasan pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) di luar sektor kelistrikan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi lain.(Doto: Dunia Energi)
EmitenNews.com - Pemerintah mendorong perluasan pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) di luar sektor kelistrikan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi lain. Penggunaan energi terbarukan ini diarahkan untuk mendukung sektor industri pengolahan seperti pengeringan kopi hingga petrokimia guna memperluas penyerapan tenaga kerja.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pengembangan potensi geothermal nasional tidak seharusnya hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pembangkit listrik.
Bahlil menyampaikan arahan tersebut dalam ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Pemanfaatan geothermal di luar kelistrikan dinilai penting untuk menciptakan dampak pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.
"Geotermal dalam pandangan saya, tidak hanya pada konteks bagaimana kita meningkatkan kemampuan listrik kita di sektor geothermal. Tapi juga bagaimana kita mampu melakukan konversi untuk melahirkan ekonomi yang lain," ujar Bahlil seperti dikutip Listrik Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan langsung (direct use) energi panas bumi untuk mendukung kegiatan industri sudah mulai diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Di beberapa tempat, itu sudah terjadi. Dengan pengeringan kopi, beberapa industri yang lain, petrokimia," kata Bahlil.
Menteri ESDM menekankan pentingnya kreativitas dalam memetakan potensi geothermal. Dengan demikian, keberadaan sumber energi panas bumi tidak hanya diukur dari besarnya daya listrik yang dihasilkan, melainkan dari pertumbuhan sektor industri dan aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitar area proyek.
"Saya pikir inilah bagian daripada kreativitas kita. Jadi jangan persepsi kita bahwa geothermal itu hanya didorong untuk di sektor kelistrikan. Harus ada multiplier effect-nya di situ yang akan kita lakukan," pungkasnya.
Sebagai salah satu pemilik cadangan panas bumi terbesar di dunia, diversifikasi fungsi geothermal di Indonesia menjadi strategi penting dalam mempercepat transisi energi hijau. Pemanfaatan energi bersih pada industri pengolahan komoditas seperti kopi dan petrokimia berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor nasional serta menggerakkan roda perekonomian di kawasan sekitar wilayah kerja geothermal.(*)
Related News
Ancaman Fiskal AS Bawa Emas Dunia dan Antam Kompak Melonjak
Yield Global Tekan Saham Jepang, Investor Pantau Iran
Dolar AS Anjlok ke 98,8, Rupiah Berpeluang Menguat Ikuti Yen dan Euro
Peluang Suku Bunga BOJ Naik Tembus 82 Persen di September
Yield Obligasi AS Tembus Rekor 2 Dekade, Kontrak Saham Anjlok
Ancaman Sanksi Iran Tekan Harga Minyak Brent ke USD93





