EmitenNews.com - Volatilitas pasar saham Indonesia menjadi momentum bagi para emiten untuk menggelar pembelian kembali (buyback). Beberapa bahkan sudah menyampaikan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data yang dihimpun Emitennews.com hingga Kamis (29/1), setidaknya ada sembilan emiten yang telah menyiapkan anggaran untuk buyback saham-sahamnya. Bahkan di antara emiten-emiten tersebut, ada nama besar.

Sebut saja Bank Central Asia (BCA). BCA kembali menyiapkan anggaran Rp5 triliun untuk buyback saham BBCA.

Menurut EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, periode shares buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026. "Kecuali, diakhiri lebih cepat oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Hera dalam keterangan tertulis.

Hera menyebut, pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi segala peraturan/ketentuan yang berlaku.

Selain BCA, ada juga Astra International dan United Tractors. Keduanya sama-sama menyiapkan anggaran Rp2 triliun.

Astra akan buyback saham ASII mulai 19 Januari 2026 dengan masa terakhir pada 25 Februari 2026. Sementara United Tractors memulai buyback UNTR pada 22 Januari 2026 dan berakhir pada 15 April 2026.

Di luar nama-nama di atas, berikut daftar lengkap emiten yang akan buyback saham pada tahun ini berdasarkan data BEI hingga Kamis (29/1/2026):

Emiten Saham Anggaran Periode
Harum Energy HRUM Rp335 miliar 3 bulan setelah KI 2 Januari 2026
Jaya Property JRPT Rp50 miliar 14 Januari-13 April 2026
Astra International ASII Rp2 triliun 19 Januari-25 Februari 2026
United Tractors UNTR Rp2 triliun 22 Januari-15 April 2026
Erajaya Swasembada ERAA Rp150 miliar 23 Januari-23 April 2026
Asuransi MAG AMAG Rp90,15 miliar 26 Januari-26 April 2026
Bank Central Asia BBCA Rp5 triliun 12 bulan sejak RUPST 12 Maret 2026
Rukun Raharja RAJA Rp250 miliar 28 Januari-28 April 2026
Ashmore AM AMOR Rp7 miliar 30 Januari-30 April 2026

Dengan rencana-rencana itu, menarik disimak bagaimana arah IHSG ke depan. Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SRO terus berkomunikasi dengan Morgan Stanley untuk merumuskan ulang beberapa ketentuan.

Lantas, apakah dengan beberapa rencana itu akan membuat IHSG kembali berkibar di tahun ini? Seperti diketahui, beberapa pihak menargetkan IHSG bisa mencapai level 10.000 tahun ini. (*)