Target Pungutan Ekspor Sawit Diturunkan, ini Rekomendasi Analis
prediksi dan rekomendasi saham
EmitenNews.com - DJIA menguat sebesar +1,06% pada Kamis (21/11), diikuti oleh S&P 500 (+0,53%), sementara Nasdaq tetap datar (+0,03%).
Wall Street menguat karena investor bereaksi positif terhadap nada dovish The Fed dan rilis data penjualan rumah yang sudah ada pada Oktober 2024, yang tumbuh sebesar +3,4% MoM. Selain itu, laporan laba Nvidia yang kuat semakin mendukung momentum kenaikan indeks.
Hari ini pasar akan menantikan beberapa rilis data seperti: 1) Tingkat Inflasi Jepang Oktober 2024; 2) PMI Komposit Global S&P AS Flash November 2024; 3) Sentimen Konsumen Michigan AS Final November 2024.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) merevisi target pungutan ekspor kelapa sawit tahun ini. Target yang semula ditetapkan sebesar Rp27 triliun, dipangkas menjadi Rp24 triliun.
"Penurunan pungutan ekspor kelapa sawit menguntungkan petani kelapa sawit karena keuntungan meningkat melalui harga yang lebih baik dan permintaan yang lebih tinggi. Pungutan ekspor dapat memengaruhi harga minyak sawit di pasar internasional," demikian analis MNC Sekuritas dalam Morning Navigatornya hari ini.
Dengan penurunan target pungutan ekspor ini, harga global akan menjadi lebih kompetitif. Namun, perlu diwaspadai jika negara-negara penghasil kelapa sawit lainnya mengambil tindakan serupa.
IHSG melemah -0,55% ke level 7.140,91 pada perdagangan Kamis (21/11) dengan net sell asing mencapai Rp1,1 triliun. Mayoritas sektor mencatatkan pelemahan yang membebani indeks, dipimpin oleh sektor non-siklis (-0,92%), disusul sektor keuangan (-0,80%). Sementara sektor yang menguat dipimpin oleh sektor infrastruktur (+0,94%), disusul sektor kesehatan (+0,41%).
Pelemahan indeks terjadi di tengah pelemahan bursa Asia lainnya, seiring reaksi pasar terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD yang dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik. Nilai tukar Rupiah ditutup melemah di level Rp15.925/USD.
MNC Sekuitas memperkirakan IHSG hari ini bergerak di kisaran harga 7.130-7.167. Saham yang direkomendasikan adalah BFIN, JPFA, PTBA, dan UNTR.(*)
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
BTN Mantapkan Transformasi sebagai Mitra Finansial Keluarga Indonesia
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'





