Terjunkan Satgas RAFI 2026, Pertamina Jaga Pasokan-Distribusi Energi
PT Pertamina Patra Niaga menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Satgas RAFI memastikan pasokan energi aman, sehingga masyarakat dapat dengan tenang menyambut, dan mudik Lebaran 2026. Dok. Pertamina.
EmitenNews.com - Memastikan ketersediaan pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026, PT Pertamina Patra Niaga menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Satgas RAFI memastikan pasokan energi aman, sehingga masyarakat dapat dengan tenang menyambut, dan mudik Lebaran 2026.
Dalam keterangannya kepada pers, seperti dikutip Selasa (17/3/2026), Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto mengatakan, Satgas RAFI bertugas untuk memastikan ketersediaan pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Menurut Eko Ricky Susanto, kesiapan layanan energi telah dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga sejak jauh-jauh hari. Hal ini termasuk kesiapan stok untuk bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi prioritas Satgas RAFI.
"Kami menyampaikan bahwa stok aman. Para konsumen, pelanggan, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir untuk menjalankan ritual mudiknya kembali ke kampung halaman hingga nanti di arus balik," ujar Eko Ricky Susanto dalam jumpa pers, Kesiapan Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 di SPBU Pertamina Rest Area KM 57A, Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3/2026).
Dari hasil koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga, puncak arus mudik diperkirakan terbagi menjadi dua tahapan, 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2006.
Arus balik juga diperkirakan bakal terbagi menjadi dua gelombang, yaitu 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026 atau sebelum masyarakat Indonesia melakukan aktivitas bekerja dan aktivitas lainnya pada 30 Maret 2026.
Dari situ diperkirakan terjadi peningkatan kebutuhan energi, khususnya gasoline naik sekitar 12%. Di sisi lain, gas oil atau solar biosolar dan dex kemungkinan akan turun sekitar 14,5%.
Penurunan tersebut sejalan dengan pembatasan untuk transportasi barang yang diminta oleh Kementerian Perhubungan, Polri. Dengan kebijakan tersebut turut menurunkan konsumsi BBM biosolar untuk sektor logistik.
Untuk kebutuhan LPG diperkirakan naik sekitar 4-5%, avtur naik sekitar 2,8%. Salah satunya karena banyaknya ekstra flight di semua bandara besar khususnya. Kemudian kerosin atau minyak tanah naik sekitar 4,2%. Minyak tanah ini masih banyak digunakan oleh warga di Indonesia bagian timur.
Satu hal lagi, Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina (Persero) juga tengah menyiapkan infrastruktur dan layanan untuk BBM sekitar 7.800 lembaga penyalur. Khususnya SPBU tersedia dan dioperasikan, serta telah tersedia pula hampir 6.700 unit Pertashop.
Pertamina Delivery Service untuk BBM maupun LPG khususnya untuk daerah-daerah atau jalan tol yang kemungkinan padat dan macet
Pertamina menyiapkan 96 unit layanan modular BBM dan kiosk Pertamina 62 kiosk Pertamina Siaga di sejumlah 64 titik lokasi. Juga di kilometer 57 ada 2 unit. Kemudian kita juga menyiapkan motoris hampir sekitar 200 unit. Motoris atau Pertamina Delivery Service baik itu untuk BBM maupun LPG khususnya untuk daerah-daerah atau jalan tol yang kemungkinan akan padat dan terjadi kemacetan.
Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 6.600 agen LPG, baik itu agen LPG Public Service Obligation (PSO) maupun agen LPG non-PSO. Selain itu, sebanyak 6.300 unit agen LPG Siaga SPBU 757 telah disiapkan beserta Pertamina Delivery Service untuk penyaluran Bright G0as. Pertamina Patra Niaga juga menyediakan sekitar 223 agen minyak tanah.
Selain itu semua, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan layanan 4 pilar layanan Satgas. Di antaranya penyediaan layanan energi, layanan untuk wilayah atensi, menyiapkan wilayah atensi di remote area seperti 3T, dan menyiapkan contingency plan untuk wilayah yang rawan bencana.
Mengantisipasi munculnya cuaca-cuaca ekstrim di beberapa daerah, Pertamina sudah mempersiapkan bagaimana BBM maupun LPG terdistribusi dengan normal dengan menerapkan RAE (Regular Alternative Emergency).
Sejak awal Ramadan, Pertamina Patra Niaga sudah memberlakukan berbagai program promosi. Per tanggal 13-30 Maret, Pertamina Patra Niaga menyiapkan program khusus potongan Rp300 per liter untuk produk Pertamax dan Dex dengan menggunakan aplikasi My Pertamina yang berlaku untuk semua wilayah di seluruh Indonesia.
Serambi My Pertamina juga hadir di bandara, stasiun, dan pelabuhan-pelabuhan utama. Langkah ini ditempuh Pertamina Patra Niaga demi memberikan kenyamanan bagi konsumen tidak hanya di jalan tol, melainkan juga di seluruh titik aktivitas konsumen atau pelanggan pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Related News
RSCM Umumkan Kondisi Aktivis Korban Penyiraman Air Keras Sudah Stabil
Presiden Minta Hemat Energi Sikapi Konflik Timteng, Ini Langkah ESDM
Mitigasi Krisis, Prabowo Arahkan Efisiensi Bahan Bakar dan Perluas WFA
Diskon Tarif Tol dan WFA Dorong Masyarakat Mudik Lebih Awal
Antisipasi Konflik Timur Tengah, Airlangga Usulkan Perppu Defisit APBN
KPK Ungkap Pemda Perlu Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang Jasa





