Terkunci FCA, Defisit, 2 Petinggi Emiten Alas Kaki Merek Tomkins Cabut
:
0
Tampak bangunan pabrik perseroan. Foto - Dok BIMA
EmitenNews.com - Kursi direktur utama dan wakil direktur Primarindo Asia (BIMA) kosong. Itu menyusul pengunduran diri Bambang Setiyono Direktur Utama, dan David Jahja Wakil Direktur Utama perseroan. Surat undur diri orang nomor wahid, dan orang nomor dua tersebut telah diterima perseroan pada 38November 2036.
Selanjutnya, permohonan pengunduran diri itu, akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham perseroan paling lambat 90 hari sejak surat undur diri diterima perseroan. ”Kegiatan usaha dan operasional tetap berjalan normal,” tegas Mohamad Al Hadi, Corporate Secretary Primarindo Asia.
”Dengan ini, saya menyampaikan pengunduran diri dari jabatan sebagai Direktur Utama Primarindo Asia, terhitung efektif sejak 1 Januari 2027. Saya berharap perseroan dapat terus berkembang, mencapai kinerja positif, dan berkelanjutan di masa mendatang,” tegas Bambang.
”Keputusan ini saya ambil atas pertimbangan pribadi. Saya menyampaikan penghargaan, dan terima kasih kepada para pemegang saham, dewan komisaris, seluruh anggota direksi lainnya, segenap karyawan atas kepercayaan, dukungan, dan kerja sama selama masa pengabdian saya. Semoga perseroan terus berkembang,” ucap David.
Sebagai informasi, Bambang diangkat sebagai direktur utama BIMA berdasar akta RUPST No. 28 tanggal 25 Juni 2019. Bambang memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Airlangga pada 1979. Sementara itu, David diangkat sebagai wakil direktur utama berdasar akta pernyataan keputusan RUPS Tahunan No. 28 tanggal 25 Juni 2019.
Kinerja Memburuk
BIMA sembilan bulan pertama 2026 rugi Rp17,34 miliar. Bengkak 17,55 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi rugi Rp14,75 miliar. Oleh sebab itu, rugi per saham seri A Rp33,29 dari periode sebelumnya Rp28,32.
Penjualan bersih Rp69,96 miliar, turun dari Rp87,45 miliar. Beban pokok penjualan Rp46,22 miliar, berkurang signifikan dari Rp63,88 miliar. Laba kotor Rp23,73 miliar, naik tipis dari Rp23,57 miliar. Beban penjualan Rp21,02 miliar, turun dari Rp22,72 miliar. Beban administrasi dan umum Rp8,93 miliar, turun dari Rp8,98 miliar.
Beban lain-lain Rp4,25 miliar, bengkak dari Rp969,32 juta. Total beban Rp34,19 miliar, bertambah dari Rp32,67 miliar. Rugi usaha Rp10,45 miliar, bengkak dari Rp9,09 miliar. Pendapatan keuangan Rp3,87 juta, susut dari Rp11,56 juta. Beban keuangan Rp10,74 miliar, bertambah dari Rp9,41 miliar.
Total ekuitas Rp20,55 miliar, turun signifikan dari akhir tahun sebelumnya Rp38,23 miliar. Defisit Rp318,66 miliar, bengkak dari Rp301,32 miliar. Jumlah liabilitas Rp280,61 miliar, bertambah dari akhir 2025 senilai Rp263,16 miliar. Total aset Rp301,17 miliar, berkurang dari Rp301,39 miliar.
Related News
LPEI Pastikan Kesiapan Bayar Pokok Obligasi Seri CRp22,5 Miliar
Tutup Kuartal III 2026, GMFI Catat Pendapatan Melesat 34,6 Persen
Fitch Nilai Profil Kredit UOB Indonesia Tetap Kuat dan Stabil
Emiten Grup Salim Jadwal Dividen, Cum Date 11 November
Buru Restu Investor, DOOH Sodorkan Rentetan Aksi Korporasi Berikut
Dekati Rp1, Laba DADA Melangit 863,76 Persen Kuartal III





