Teror Baru MSCI, Borong Saham RAJA, ESSA, CUAN, dan PTRO
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup susut 0,25 persen menjadi 6.101. Rupiah terdepresiasi 0,09 persen ke level Rp17.859 per dolar Amerika Serikat (USD). Sentimen negatif dari eksternal, dan hasil pengumuman MSCI diperkirakan memicu IHSG berpeluang menguji level 6.000.
Pemerintah mengumumkan pemberian stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun melalui 8 program insentif. Stimulus itu, terdiri dari insentif berupa pembebasan pajak bagi penulis hingga transportasi Rp2,04 triliun, program magang nasional dilanjut Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan Rp18,04 triliun.
Adapun secara rinci paket stimulus tersebut terdiri dari penetapan tarif khusus PPh final royalti 1,5 persen untuk penulis, diskon transportasi periode libur sekolah, dan periode libur Nataru, insentif impor LPG dan bahan baku plastik, program magang, pelatihan vokasi, bantuan beras, bantuan stabilisasi harga, dan pasokan pangan.
Beragam stimulus itu, diharap dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi, dan kenaikan suku bunga. Hasil MSCI Annual Market Classification Review masih menempatkan Indonesia di Emerging Market. Namun, menurut MSCI, para pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran mendalam soal kelayakan investasi di Indonesia.
MSCI mengakui reformasi transparansi dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), termasuk keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, klasifikasi investor lebih rinci, pengenalan konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC), dan menaikkan persyaratan free float minimum menjadi 15 persen.
MSCI akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan langkah-langkah tersebut dalam konteks penentuan free float, dan penilaian kelayakan investasi lebih luas. Kalau tidak ada kemajuan pada review Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan tepat bagi pasar Indonesia.
Perlaku tepat itu, termasuk konsultasi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Menilik data itu, para pelaku pasar disarankan untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Essa Industries (ESSA), Rukun Raharja (RAJA), Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI), dan Petrosea (PTRO). (*)
Related News
IHSG Melaju Positif Usai Review MSCI
Bayang-bayang MSCI, IHSG Lanjut Koreksi
Diadukan Konsumen, Tokopedia Jelaskan Begini ke Kemendag
Jadwal Cum Dividen Hari Ini, Berikut Daftarnya
Aturan Baru UU P2SK, Plus Minus BEI Jadi Perusahaan Terbuka
Ternyata ini Hasil Klarifikasi Relokasi Industri Otomotif ke Vietnam





