Tiga Kontrak Baru Sudah Ditangan, Ulima Nitra (UNIQ): Sisanya Masih Negosiasi
:
0
EmitenNews.com—PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) yang merupakan salah satu emiten yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan dan sewa menyewa peralatan pertambangan, kembali mendapatkan 3 kontrak baru untuk melakukan pekerjaan jasa penambangan batubara.
Adapun perjanjian kerjasamatersebut dilakukan UNIQ bersama dengan PT. Budi Gema Gempita pada 1 Februari 2022, PT. Citra Baya Raya pada 24 Juni 2022, dan PT. Kasih Karya Agung pada 21Juli 2022.
"Dengan bertambahnya project mining ini, UNIQ semakin optimis dapat mencapai target 15.000.000 (lima belas juta) BCM sampai dengan akhir tahun 2022." kata Business Development & Operation Director, Corpora UNIQ, Ulung Wijaya.
Melihat pergerakan Harga Batubara Acuan (HBA) sejak awal tahun sampai dengan Juli yang terus mengalami peningkatan, yang mana HBA Juli sendiri sudah menyentuh angka USD319,00 per ton, serta seiring dengan meningkatnya permintaan batubara oleh negara Eropa yang memutuskan untuk menggunakan kembali batubara sebagai sumber pembangkit listrik mereka, perusahaan optimis adanya pertambahan project pertambangan ini akan memberikan kontribusi besar terhadap pemasukan perusahaan dan diharapkan dapat meningkatkan cash flow perusahaan kedepannya.
"Atas kesempatan emas ini, perusahaan akan terus mengupayakan pencapaian target di tahun 2022. UNIQ Semakin Mendapatkan Kepercayaan Konsumen. PT. Ulima Nitra, Tbk (UNIQ) terus bertumbuh seiring dengan bertambahnya project-project baru, seperti project pertambangan salah satunya, yang mana hal ini membuktikan bahwa UNIQ semakin dipercaya oleh konsumen dalam memberikan pelayanan terbaik sebagai perusahaan kontraktor."katanya
Related News
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham
Dalam Pemulihan Industri Domestik, Laba Emiten Semen Ini Naik 111%
CBRE Kantongi Fasilitas Kredit USD45 Juta dari Maybank
Emiten Keponakan Prabowo (TRIN) Catat Penjualan Q1 Anjlok Drastis





