Tinggi Minat Investor Semikonduktor, HKI Siapkan Kawasan Strategis
Ilustrasi Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyambut baik tingginya minat investor terhadap industri semikonduktor di Tanah Air. Mereka menyatakan sudah menyiapkan kawasan industri strategis, seiring meningkatnya minat investor asing tersebut. Dok.BeritaSatu.
EmitenNews.com - Para pengusaha kawasan industri yang tergabung dalam Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyambut baik tingginya minat investor terhadap industri semikonduktor di Tanah Air. Mereka menyatakan sudah menyiapkan kawasan industri strategis, seiring meningkatnya minat investor asing tersebut.
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (30/1/2026), Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyampaikan tersedia sejumlah kawasan industri strategis yang dinilai kompetitif untuk pengembangan semikonduktor.
Di antaranya, Kawasan Industri Batamindo, Kawasan Industri Kabil, Kawasan Industri Wirajaja di Batam, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan.
Kawasan-kawasan tersebut strategis karena sudah didukung infrastruktur memadai, akses logistik internasional, dan ekosistem industri yang terus berkembang.
“Ini akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperdalam hilirisasi industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri teknologi global,” kata Akhmad Ma’ruf.
Minat investor dari beberapa negara terhadap industri semikonduktor di Tanah Air terus berkembang. Investor dari Amerika Serikat (AS) misalnya yang pembangunan fasilitas produksinya telah mulai direalisasikan pada tahun ini.
Untuk investor dari Taiwan masih berada pada tahap penjajakan dan negosiasi. Dari China, proses investasi telah berjalan, namun pembangunan fisik yang semula dapat dimulai pada 2025 mengalami keterlambatan karena proses perizinan.
Menurut Akhmad Ma'ruf, rencana investasi dari Taiwan dan China memiliki karakteristik berbeda dibanding konsorsium Amerika Serikat-Jerman yang saat ini membangun pabrik semikonduktor di Batam.
Perbedaannya meliputi struktur konsorsium, pendekatan teknologi, serta orientasi pasar, namun tetap berada dalam kerangka penguatan basis industri nasional dan integrasi Indonesia ke rantai pasok global.
Satu hal, HKI secara aktif mengundang perusahaan semikonduktor dunia untuk membentuk joint venture dengan mitra usaha lokal, sebagai bagian dari strategi hilirisasi bernilai tambah dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
“Skema ini dirancang agar investasi yang masuk tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mendorong percepatan transfer teknologi, penguatan rantai pasok dalam negeri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa semikonduktor merupakan fondasi strategis bagi transformasi industri nasional. Terutama untuk mendukung sektor elektronika, otomotif, energi, hingga percepatan digitalisasi industri manufaktur.
Kawasan industri di Indonesia berhasil menarik investasi hingga Rp6.744,5 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2,35 juta orang
Kemenperin mencatat, kawasan industri di Indonesia berhasil menarik investasi hingga Rp6.744,5 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2,35 juta orang dalam lima tahun terakhir.
Seiring pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru, kebutuhan semikonduktor di Indonesia terus meningkat.
Menperin menyebutkan, produksi kendaraan bermotor nasional yang telah melampaui satu juta unit per tahun, serta target pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030, menuntut ketersediaan komponen semikonduktor yang andal dan berkelanjutan.
Di luar itu juga, permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop masih didominasi produk impor. Saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam, serta perusahaan desain integrated circuit (IC).
Related News
Logistik Jadi Kunci Resiliensi Saat Tensi Geopolitik Global Memanas
Mentan Klaim Mayoritas Harga Komoditas Pangan Di Bawah HET
Turun, Harga Emas Antam Di Level Rp3.120.000 Per Gram
BI Kelola Cadangan Devisa Secara Adaptif dan Pruden
Usai Bursa Trading Halt, Menko Airlangga Sambut Baik Koreksi IHSG
Antisipasi Gangguan Cuaca, Pemerintah Percepat Distribusi Barang Pokok





