EmitenNews.com - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menjelaskan alasan soal Perseroan belum kunjung merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 31 Desember 2025. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan YUPI, Imanuel A. F. Rumondor, dalam surat jawaban kepada Bursa Efek Indonesia tertanggal 30 Januari 2026.

Merujuk laporan penggunaan dana, realisasi dana IPO YUPI masih tercatat nihil. Padahal, dalam prospektus IPO sebelumnya, sekitar 72 persen dana direncanakan untuk belanja modal pembangunan pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur, dengan estimasi biaya sekitar Rp437,5 miliar, sementara sisanya dialokasikan untuk modal kerja.

Manajemen menjelaskan, belum digunakannya dana IPO disebabkan Perseroan masih melakukan kajian dan penyesuaian rencana bisnis, termasuk evaluasi kondisi pasar, kesiapan proyek, serta optimalisasi penggunaan dana agar selaras dengan kepentingan jangka panjang Perseroan.

Terkait rencana pembangunan pabrik, YUPI mengungkapkan bahwa proses penyusunan desain dan rancangan teknis masih berlangsung dan kini disesuaikan dengan jadwal baru. Pembangunan pabrik yang semula direncanakan dimulai pada 2025–2026, kini diundur dan direncanakan baru akan dimulai pada tahun 2027. Sejalan dengan itu, proses tender dan pemilihan kontraktor maupun pemasok juga belum dilaksanakan.

Untuk penggunaan dana IPO sebagai modal kerja, YUPI menyatakan perpanjangan term of payment kepada distributor masih dalam tahap evaluasi manajemen dan akan disesuaikan dengan strategi distribusi serta kondisi pasar. Sementara itu, pembelian persediaan tambahan dari dana IPO juga belum dilakukan dan masih mengandalkan kas internal.

Di sisi sumber daya manusia, Perseroan mencatat telah menambah sekitar 100 karyawan sejak Maret 2025 hingga tanggal tanggapan disampaikan.

Manajemen menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar domestik dan internasional sebelum merealisasikan penggunaan dana IPO, serta akan menyampaikan informasi lebih lanjut sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.

Sebagai informasi, YUPI meraih dana kotor sebesar Rp612,6 miliar setelah memperoleh pernyataan efektif IPO pada 25 Maret 2025. Setelah dikurangi biaya emisi senilai Rp15,9 miliar, dana bersih IPO yang diterima mencapai Rp596,6 miliar.

Seluruh dana tersebut saat ini masih ditempatkan di Bank CIMB Niaga dalam bentuk simpanan berjangka dengan tingkat bunga 5 persen dan jangka waktu satu bulan.

Sebagai catatan, YUPI tercatat sebagai salah satu emiten unggulan yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025, dengan melepas 256,33 juta saham baru pada harga penawaran Rp2.390 per saham.