EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi sentimen data ekonomi regional kurang memuaskan. Kondisi itu, akan membuat Indeks bergerak volatile cenderung menguat.
Menilik potensi bursa Asia mengaspal zona hijau pagi ini, didorong capital inflow investor asing pada saham-saham kapitalisasi besar, dan efek rilis laporan keuangan positif kuartal II-22 masih menaungi Indeks.
”Kami perkirakan Indeks akan bergerak pada rentang support 6.950, dan resisten 7.030,” tutur Lukman Hakim, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Rabu (3/8).
Secara teknikal, akan menguji resistance level psikologis 7.000, dan Indeks masih tertahan di atas MA5. Namun, Indeks masih ada gap up perlu diperhatikan. Sejumlah saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain BMTR, ITMG, TAPG, SMDR, ESSA, AVIA, ENRG, dan BBRI.
Kemarin Indeks menguat 0,28 persen menjadi 6.988. Beberapa sektor pendorong penguatan Indeks antara lain industrials naik 1,81 persen, infrastruktur surplus 0,29 persen, dan healthcare melesat 0,08 persen. Investor asing tercatat membukukan net buy Rp863,40 miliar. Saham-saham paling banyak dibeli investor asing adalah BBCA, BBRI, dan UNTR.
Sementara itu bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali kompak melemah. Itu didorong sentimen data ekonomi kurang memuaskan dari ketenagakerjaan. Di mana, lowongan pekerjaan di AS menurun, dan tensi geopolitik antara US-China menjelang kedatangan ketua DPR AS ke Taiwan.
Bursa Asia pagi ini sudah menyusur zona hijau. Indeks Kospi menguat 0,17 persen, dan Nikkei 225 surplus 0,61 persen. Sentimen negatif datang dari Jepang. Di mana, Jibun Bank Service PMI mengalami pelemahan di kisaran 50.3. (*)
Related News
Awalnya Nihil, Nippon Steel Kowa Kini Genggam Saham VRNA
Direktur TAPG Borong 200 Ribu Saham, Kepemilikan Meningkat
Samuel Sekuritas Pangkas Proyeksi Laba Perbankan 2026, Ini Penyebabnya
IHSG Jumat (3/7) Terbang 2,28 Persen, BBCA Kembali Dominasi Transaksi
XLSMART dan Kemenaker Sodorkan Future Ready, Targetnya ini
Sinarmas AM Luncurkan DPLK Digital Pertama di RI, Bidik AUM Rp150M





