Tirta Mahakam (TIRT) Minta Restu Alihkan Bisnis, Kenapa?
:
0
Tumpukan kayu lapis yang merupakan bisnis utama TIRT.
EmitenNews.com - PT Tirta Mahakam Resources Tbk. (TIRT) bersiap melakukan transformasi besar dengan mengganti bisnis utamanya dari industri kayu lapis menjadi perusahaan pelayaran. Langkah ini ditempuh karena manajemen menilai industri kayu lapis sudah tidak lagi menjanjikan prospek usaha yang berkelanjutan.
Sebagai strategi baru, anak usaha Harita Jayaraya ini akan fokus pada bisnis pengangkutan komoditas sumber daya alam, terutama batu bara dan bauksit. Untuk tahap awal, perseroan berencana membeli 20 unit atau 10 set armada kapal tunda senilai Rp162,09 miliar dari perusahaan terafiliasi.
Menariknya, pengendali perseroan, Harita Jayaraya milik konglomerat Lim Gunawan Hariyanto, menyatakan siap mengucurkan pinjaman Rp200 miliar untuk pembelian armada tersebut dan kebutuhan modal kerja. Dari jumlah itu, Rp180 miliar dialokasikan untuk pembelian kapal, sementara Rp20 miliar untuk modal kerja.
Pinjaman ini merupakan bagian dari fasilitas sebesar Rp1 triliun yang telah disiapkan Harita Jayaraya sejak 21 Agustus 2023. Per 30 Juni 2025, saldo pinjaman perseroan kepada pengendali masih tercatat sebesar Rp791,57 miliar.
Manajemen TIRT memperkirakan perubahan kegiatan usaha akan mulai berdampak pada semester II/2025. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp29,21 miliar dengan laba bersih Rp9,87 miliar. Pada tahun 2026, kinerja diproyeksikan melonjak dengan pendapatan Rp104,03 miliar dan laba bersih Rp33,83 miliar.
Namun, rencana strategis ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 25 September 2025. Selain agenda perubahan kegiatan usaha, RUPSLB juga akan membahas persetujuan pinjaman, akuisisi aset kapal, serta perubahan susunan pengurus perseroan.
Related News
Dapat Dana Segar, Pergerakan Saham DOID Atraktif
Rama Indonesia, Pengendali Baru DPUM Bagian Unirama Group
IRSX-iQIYI International Teken MoU Perkuat Konten & Ekosistem Digital
Sisa Dana IPO Rp3 Miliar, Emiten Voucher (DIVA) Parkirkan di BCA
Emiten Hapsoro (BUVA) Kucurkan Pinjaman Tambahan Rp22M ke Anak Usaha
Menengok Taktik Emiten SCNP Penuhi Free Float 15 Persen





