Tjokro Group Ubah GPSO Jadi Holding Strategis Beraset Rp900 Miliar
:
0
Kiri-Kanan: Jajaran Komisaris dan Direksi PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) setelah RUPSLB Jumat 19 Desember 2025 adalah Adi Sulaiman Komisaris, Purwan Habibie Siswanto Komisaris Independen, Dionysius Tjokro Direktur Utama, Axel Tobias Joel Direktur dan Karnadi Margaka Komisaris Utama. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) resmi memulai langkah transformasi besar di bawah naungan pengendali barunya, PT PIMSF Pulogadung (PIMSF) yang merupakan bagian dari raksasa industri mekanikal, Tjokro Group. Pasca rampungnya akuisisi pada akhir 2025, GPSO kini bersiap melakukan konsolidasi aset strategis guna memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (21/1), GPSO telah menandatangani Kesepakatan Induk Jual Beli Awal (CSPA) untuk mengambil alih sejumlah aset signifikan dari entitas terafiliasi, PT Morita Tjokro Gearindo (MTG) dan PT Jaya Indah Casting (JIC).
Konsolidasi Aset Tahap I dan Transformasi Bisnis
Dalam rencana restrukturisasi Tahap I ini, GPSO akan menyerap objek aset konsolidasi senilai kurang lebih Rp700 miliar. Rincian aset yang akan diakuisisi meliputi:
75 persen saham PT Pulogadung Tempajaya (PTJ).
70 persen saham PT Tjokro Bersaudara Komponenindo (TBK).
70 persen saham PT Jakarta Marten Logamindo (JML).
Aset Tanah dan Bangunan di Kawasan Industri Jababeka I dan Kawasan EJIP Bekasi.
Langkah ini menandai perubahan fundamental kegiatan usaha GPSO menjadi Perusahaan Holding Strategis dan Estate Management.
Baca Juga: Harga Penawaran Rp436 Lembar, Tender Wajib Saham GPSO Mulai Hari Ini
Mengamankan Rantai Pasok Industri Mekanikal
Tujuan utama dari konsolidasi ini adalah untuk menciptakan sinergi di seluruh lini proses solusi mekanikal, mulai dari aluminium & ferro casting, machining, hingga project based untuk komponen industri. Dengan penguasaan aset-aset tersebut, Perseroan berupaya mengamankan ketersediaan bahan baku serta memperluas pangsa pasar baik di tingkat domestik maupun global.
"Kesepakatan Awal yang ditandatangani akan membawa dampak yang positif bagi Perseroan baik dari aspek bisnis, aspek hukum dan aspek keuangan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.
Target Aset Rp3 Triliun
Melalui kacamata finansial, aksi korporasi ini diproyeksikan akan melambungkan nilai perusahaan secara signifikan. Setelah akuisisi tahap awal ini efektif, total aset GPSO diperkirakan melonjak menjadi Rp900 miliar dengan ekuitas mencapai Rp750 miliar.
Tidak berhenti di situ, Tjokro Group memberikan komitmen jangka panjang (5 hingga 10 tahun) untuk terus mendukung GPSO. Grup berencana melakukan penjualan aset lanjutan kepada Perseroan setelah Tahap I tuntas, dengan target nilai mencapai Rp3 Triliun.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia, Dionysius Tjokro, Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi besar untuk memenangkan persaingan industri yang semakin ketat.
Related News
Cilacap Samudera (ASHA) Lego Aset Kapal 500 GT Rp5,9 Miliar
Balikpapan Superblock Jadi Andalan, BSBK Bidik Trafik dan Hunian Naik
BBKP Kucurkan Rp400M ke Sektor FMCG, Perkuat Ekspansi Kredit Wholesale
Penjualan Naik, Laba Garuda (BOLT) Melonjak 36,26 Persen pada Q1-2026
Pendapatan STAA Melonjak 49,4 Persen di Q1-2026, Laba Justru Monoton
7 Emiten Cum Date di Awal Pekan (27/4), Tengok Detailnya





