Transaksi Repo Diminati, KPEI Siapkan Infrastruktur CCP Repo di 2027
:
0
Ilustrasi Repurchase Agreement. Foto: AI/EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyiapkan infrastruktur Central Counterparty (CCP) untuk transaksi repo atau perjanjian beli kembali (Repurchase Agreement). Infrastruktur itu ditargetkan rampung pada 2027-2028.
Direktur Utama KPEI Antonius Herman Azwar mengatakan, pengembangan CCP repo merupakan bagian dari implementasi Blueprint Pendalaman Pasar Uang (BPPU) Bank Indonesia.
"Nanti ke depan itu kalau roadmap BI itu kita akan jalankan produk lain mungkin OIS sama IRS atau selanjutnya juga yang paling penting itu adalah CCP repo. Nah ini repo juga perlu ada CCP-nya. Akhirnya setelah kita bangun sistemnya mudah-mudahan 2027-2028 awal bisa kita selesaikan secara infrastruktur," ujar Antonius dalam media gathering, Jumat (10/7/2026).
Direktur Keanggotaan, Riset, dan Dukungan Bisnis KPEI, Ignatius Denny Wicaksono berlanjut menjelaskan, pengembangan CCP repo dilakukan seiring meningkatnya aktivitas transaksi repo di pasar uang. Saat ini volume transaksi repo di Sistem Penyelenggaraan Pasar Alternatif (SPPA) Bursa Efek Indonesia sendiri telah mencapai Rp2-4 triliun.
"Repo market kalau sekarang teman-teman ikutin SPPA repo (BEI) itu udah tinggi juga sekitar Rp2-4 triliun. Nah, ini juga menjadi salah satu produk yang kita ingin naikkan dalam waktu dekat juga. Jadi target ke depannya di tahun depan sih rencananya juga ada CCP untuk repo," jelas Denny.
Menurutnya, kehadiran CCP repo diharapkan dapat memperkuat efisiensi, mitigasi risiko, dan pendalaman pasar uang Indonesia melalui penyediaan infrastruktur kliring yang mengikuti standar internasional.
Selain repo, KPEI juga akan melanjutkan pengembangan CCP untuk produk Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), Overnight Index Swap (OIS), dan Interest Rate Swap (IRS) sesuai roadmap BI.
Sebelumnya, dalam Rencana Kerja Strategis 2026-2030, KPEI menargetkan transformasi dari "clearing provider" yang hanya menangani pasar modal kini turut menjadi CENTRAL atau Clearing, Risk Management and Collateral Management Hub yang turut menambahkan serta mengintegrasikan pasar keuangan.
Related News
Ratusan Emiten Makin Terjerat Transisi Free Float 7,5% ke 15%
BEI Buka Peluang Revisi Target Calon Emiten Listing
Pipeline IPO BEI Jadi Empat Perusahaan
OJK Ingatkan, Finfluencer Harus Nyatakan Posisi Sejak Awal ke Publik
Tembus Pasar Uang, KPEI Transformasi Jadi CCP Berstandar Global
BEI Catat 327 Emiten Belum Penuhi Free Float, Ungkap Lakukan Ini





