Triniti Land (TRIN) Naikkan Harga Right Issue Jadi Rp900 per Saham, Ini Alasannya
:
0
EmitenNews.com - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) akan melaksanakan right issue dengan harga Rp 900 per saham. Harga ini didasarkan adanya proyek baru Perseroan yang di tahun 2022 ini menghasilkan hampir 5-6 kali Pendapatan atau Gross Development Value (GDV) perseroan dibandingkan 12 tahun sejak perseroan berdiri.
Saat ini, total Gross Development Value (GDV) dari proyek pengembangan baru Perseroan mencapai nilai Rp 27 triliun untuk pengembangan di wilayah Lampung, Sentul, dan Labuan Bajo. Pengembangan ini belum ditambah dengan proyek existing Perseroan di Tangerang dan Batam dan belum termasuk beberapa proyek pipeline Perseroan.
Jika dibandingkan, nilai tersebut jauh lebih besar ketimbang Gross Development Value Perseroan saat pertama kali menginjakkan kaki di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2020 yang lalu. Saat itu, total GDV yang dimiliki perseroan berasal dari proyek di Tangerang, Serpong & Alam Sutera senilai Rp 4.5 triliun
Ishak Chandra, Presiden Direktur dan CEO Triniti Land mengatakan,”Harga Right Issue yang kami tetapkan menunjukkan level confident kami bahwa nilai saham perseroan masih dibawah harga sesungguhnya apalagi dengan banyaknya proyek baru tahun 2022 ini. Kami sangat yakin harga right issue Perseroan Rp 900 akan terserap di pasar”
Penentuan harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas(PUT) I sebesar Rp 900 juga didasarkan dari perhitungan discounted cash flow yang dilakukan oleh Perseroan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. Dalam perhitungan tersebut, Perseroan memasukkan proyek yang sedang berjalan dan juga proyek baru diantaranya Collins Boulevard, Marcs Boulevard, Holdwell Business Park, Seqouia Hills, dan juga proyek Tanamori Labuan Bajo.
Related News
Rapat SCPI Tidak Kuorum, Rencana Go Private dan Delisting Tersendat
MKNT Private Placement Jumbo, Investor Lawas Terdilusi 99,46 Persen
Semester I 2026, Laba Bersih BTN Melesat 40,8 Persen
Bukalapak (BUKA) Sudah Gunakan Semua Dana IPO, Total Rp21,325 Triliun
Smelter di Sumbawa Beroperasi, AMNT Bidik Produksi Naik 3 Kali Lipat
Telat Keluarkan Laporan Keuangan Juni 2026, NATO Beberkan Alasannya





