Trump Tolak Proposal Iran, Harga Minyak Naik Tembus USD93
:
0
Harga minyak mentah dunia kembali bergerak menguat hingga menembus kisaran di atas USD93 per barel. (Ilustasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia kembali bergerak menguat hingga menembus kisaran di atas USD93 per barel. Kenaikan harga ini memulihkan sebagian kerugian dari sesi perdagangan sebelumnya akibat ketegangan geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.
Lonjakan harga komoditas energi global tersebut dipicu oleh langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menolak proposal terbaru dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Penolakan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi penundaan pemulihan jalur distribusi minyak mentah dunia di kawasan strategis tersebut.
Pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat dan Iran mengonfirmasi belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan jalur logistik energi tersebut. Presiden Donald Trump menilai tindakan Teheran sudah berlebihan meski ia tetap mengharapkan proses negosiasi berlanjut, sebagaimana dilaporkan Trading Economics pada Senin (28/9).
Di sisi lain, Pemerintah Iran menyatakan tengah menunggu tanggapan pasti dari Amerika Serikat atas proposal tujuh hari yang diajukan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Pihak Iran menegaskan tidak akan melonggarkan persyaratan yang telah ditetapkan usai penolakan dari Washington.
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah turut diperberat oleh serangan militer di Arab Saudi, di mana pasukan setempat mencegat penembakan rudal serta drone Houthi yang mengincar wilayah Riyadh, Khamis Mushait, Abha, dan Jazan yang menjadi basis fasilitas energi milik Aramco. Sementara itu di dalam negeri Amerika Serikat, Trump tengah mempertimbangkan rencana larangan ekspor diesel untuk menekan lonjakan harga bahan bakar domestik.
Dinamika kenaikan harga minyak mentah dunia ke tingkat USD93 per barel ini menjadi perhatian bagi perekonomian Indonesia, khususnya terhadap postur anggaran subsidi energi serta pergerakan harga BBM di dalam negeri.(*)
Related News
Pasok Energi Nasional, SAKA Tajak Sumur Eksplorasi Blok Pekawai Kaltim
Cemas Geopolitik dan Fed, Saham AS Memerah
Australia Stop Antidumping Nanas, Peluang Ekspansi Emiten Pangan
Menkeu Suahasil Pastikan Tetap Kejar Para Pengemplang BLBI
Rupiah Ditutup di Rp17.903, Berpotensi Sentuh Rp18.000?
Tertekan Dolar dan Kebutuhan Valas, Rupiah Kian Dekati Rp18.000/USD





