EmitenNews.com—PT Sariguna Primatirta Tbk (Tanobel Group) emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan ticker code CLEO membukukan penjualan Rp1 triliun pada Kuartal III 2022, meningkat 26% YoY. Dengan hasil penjualan tersebut, CLEO membukukan laba bersih Rp150,95 miliar, naik 10,5% YoY.
Adapun beban pokok penjualan periode ini masih meningkat signifikan sebesar 36%YoY menjadi Rp621,04 miliar, karena naiknya harga material untuk kemasan serta perubahan komposisi penjualan. Dalam hal ini, Perseroan mengalami peningkatan penjualan produk dengan kandungan biaya material lebih tinggi, yaitu produk dengan kemasan kecil.
“Berkat kerja keras dari seluruh karyawan dan mitra bisnis, CLEO kembali membukukan kinerja yang positif pada kuartal III ini. Kami akan terus melanjutkan ekspansi, baik dengan mengembangkan jaringan distribusi maupun membangun pabrik-pabrik baru untuk bisa melanjutkan kinerja yang positif,” kata Wakil Direktur Utama CLEO, Melisa Patricia.
Perseroan menyadari, relasi yang kuat antara CLEO dengan pelanggan dan mitra menjadi kunci penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Oleh karena itu, CLEO bertekad untuk semakin menguatkan relasi dengan mitra dan pelanggan, salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan Cleo Smart Run 5K 2022 yang akan digelar tanggal 30 Oktober 2022 di Ixora Valley, Araya Malang.
Sebelumnya, Perseroan optimistis penjualan kuartal III 2022 melewati Rp1 triliun. Penjualan konsisten tumbuh tersebut karena aktif membangun pabrik baru. Selain itu, juga mengembangkan jaringan distribusi setiap tahun.
Bisnis Sariguna secara konsisten terus tumbuh pesat. Di mana, sejak 2017 hingga 2021, Compound Annual Growth Rate (CAGR) net profit tumbuh 29 persen. ”Menilik tim manajemen Sariguna solid, kami yakin setiap tahun bisa tumbuh double digit,” tutur Melisa Patricia, Wakil Direktur Utama Sariguna Primatirta.
Tahun ini, perseroan membangun tiga pabrik baru. Yaitu, terletak di Kota Balikpapan, Palangkaraya, dan Palembang. Sementara jaringan distribusi, dalam setahun simpul jaringan distribusi tumbuh 53 persen secara tahunan dari 173 simpul jaringan distribusi pada Agustus-2021 menjadi 264 simpul jaringan distribusi pada Agustus 2022.
Pembangunan pabrik-pabrik baru tersebar di berbagai kota di Indonesia. Pengembangan jaringan distribusi kuat itu, diperlukan untuk mengurangi biaya transportasi, karena karakter air minum berat, dan memakan tempat. Seiring perkembangan usaha makin prospektif, Sariguna juga aktif melakukan berbagai kegiatan untuk menguatkan relasi dengan pelanggan, dan mitra.
Related News
OMED Paparkan Prospek 2026
MEJA Kebut Produksi Batu Bara 1,5 Juta Ton
Respons Ramalan Samuel Sekuritas, Begini Reaksi RLCO
Lepas Jutaan Saham BRRC, Granada Global Dulang Rp3,83 Miliar
Bertahap! Free Float Sejumlah Bank Ini di Bawah 15 Persen
Profit Taking, Investor Ini Buang Saham YULE Rp140,19 Miliar





