EmitenNews.com - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) emiten grup Saratoga itu berencana menerbitkan surat utang global atau Notes dalam mata uang asing dengan nilai maksimal USD900 juta.

Mengutip keterbukaan informasi yang diperbaiki pada Jumat (5/6/2026), nilai transaksi tersebut bernilai jumbo setara Rp15,1 triliun, mengacu kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2025 sebesar Rp16.782 per dolar AS.

Nilai rencana penerbitan mencapai 118,7% dari total ekuitas TBIG per akhir 2025 sebesar Rp12,73 triliun. Karena melebihi 50% ekuitas, transaksi ini dikategorikan Material sesuai POJK No. 17/2020 dan wajib mendapat persetujuan pemegang saham.

TBIG menjadwalkan RUPS pada Selasa (9/6/2026) pukul 10.00 WIB di Hotel The Westin Jakarta untuk meminta restu. Penerbitan akan dilakukan bertahap atau sekaligus dalam 12 bulan setelah persetujuan.

Dana bersih yang diperkirakan USD891 juta akan diprioritaskan untuk melunasi utang jatuh tempo dan refinancing pinjaman perseroan serta anak usaha.

Per 31 Desember 2025, total kewajiban utang grup TBIG tercatat Rp30,73 triliun. Sisa dana akan dipakai untuk ekspansi usaha seperti layanan build-to-suit dan collocation.

Helmy Yusman Santoso, Chief Financial Officer TBIG dalam keterangannya Kamis (30/4/2026) menyampaikan dana hasil emisi akan dipakai untuk dua keperluan utama. Pertama, melunasi utang jatuh tempo serta pembayaran dipercepat atas pinjaman bank dan surat utang eksisting. Kedua, membiayai ekspansi usaha dan kebutuhan pendanaan umum grup.

"Penerbitan Notes ditujukan kepada investor global dan pihak yang tidak terafiliasi dengan perseroan," tulis Helmy.

Surat utang itu rencananya dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX) dengan tenor maksimal 10 tahun sejak diterbitkan dan bunga tetap maksimal 8 persen per tahun. TBIG menilai skema ini lebih efisien dibanding pinjaman sindikasi. Kupon Notes dibayar semesteran, bukan 1-3 bulan sekali, dan suku bunga tetap diyakini mampu menekan risiko biaya lindung nilai.