Turun 70 Persen, Rugi Pudjiadi & Sons (PNSE) Sisa Rp12,50 Miliar
EmitenNews.com—Rugi bersih PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) menyusut 70,29% dari Rp42,08 miliar sepanjang tahun 2021 menjadi Rp12,50 miliar sepanjang tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs BEI, Rabu (5/4), pendapatan PNSE tercatat melesat 107,89% dari Rp69,06 miliar pada 2021 menjadi Rp143,57 miliar pada 2022.
Selain itu, jumlah beban pokok penjualan PNSE selama tahun lalu ternyata tumbuh 96,58% dari semula Rp18,18 miliar pada 2021 menjadi Rp35,74 miliar pada tahun 2022. Sehingga per akhir 2022, PNSE tercatat meraih laba bruto sebesar Rp81,76 miliar, meningkat dibandingkan Rp28,67 miliar pada tahun sebelumnya.
PNSE juga meraih laba usaha sebanyak Rp31,30 miliar per akhir 2022. Melonjak jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan rugi usaha sebanyak Rp6,20 miliar.
Selanjutnya, PNSE juga meraih rugi bersih tahun berjalan untuk jangka waktu yang berakhir 31 Desember 2022, yakni sebesar Rp12,50 miliar. Akhir tahun sebelumnya, perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebanyak Rp42,08 miliar.
Sementara itu, jumlah rugi komprehensif yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk per akhir 2022 sebesar Rp8,67 miliar. Jumlah ini merosot dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp18,67 miliar.
Per 31 Desember 2022, PNSE terpantau memiliki jumlah liabilitas yang turun menjadi Rp195,79 miliar, dari Rp196,05 miliar per 31 Desember 2021. Sedangkan, total ekuitas hingga 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp176,89 miliar, atau menurun dibanding 31 Desember 2021 yang mencapai Rp186,44 miliar.
Related News
Bidik Pasar Timur Tengah, Indospring (INDS) Perluas Ekspansi Ekspor
Anggaran Kesehatan Naik, OMED Siap Gas Pertumbuhan 10–15 Persen
Baru Beli Langsung Jual, Samuel Lepas Saham BKSL Senilai Rp103,5M!
SOFA Banting Setir Usaha Waste-to-Energy, Bentuk PT Ananta Energi Asia
Calculus Investment Gelar Tender Wajib STAR, Harga Rp88 per Saham
TOBA Siap Lunasi Obligasi Rp434,35 Miliar, Jatuh Tempo Maret 2026





