Ukiran Sejarah Pasar Modal RI saat Iman Undur Diri dari Dirut BEI
Prosesi pembukaan perdagangan saham di BEI pada 2026 menjadi yang terakhir bagi Iman Rachman. FOTO-DOK BEI
Di tengah kondisi pasar saham Indonesia sedang gonjang-ganjing, Iman Rachman juga mengukit sejarah lainnya selama berada di pucuk pimpinan BEI. Ini terkait dengan pencatatan perdana saham.
Sepanjang Januari 2026, untuk pertama kalinya dalam sejarah, BEI tidak mencatat kedatangan emiten saham baru. Catatan tersebut bisa kita lihat sejak 2022. Sebelum Iman menjabat sebagai Dirut, BEI mencatat ada lima perusahaan pendatang baru.
Kemudian pada 2023, catatan emiten pendatang baru pada Januari mencapai 10 perusahaan. Berlanjut pada Januari 2024, ada sembilan perusahaan. Serta pada Januari 2025 ada delapan perusahaan.
Meski begitu, selama kepemimpinan Iman sebagai Dirut, BEI telah menambah 179 emiten pendatang baru.
Adapun hingga 15 Januari 2026, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO. Namun hingga saat ini, identitas dan jadwal pencatatannya masih misterius.
Jumlah Investor
Meski ada beberapa catatan negatif selama kepemimpinannya, Iman mendapat apresiasi atas peningkatan jumlah investor. Saat Iman pertama kali menjabat sebagai Dirut BEI pada Juni 2022, jumlah investor pasar modal baru mencapai 9,11 juta.
Sementara menutup tahun 2025, jumlah investor pasar modal telah meningkat menjadi 20,35 juta. Angka itu naik 123,38% atau bertambah 11,24 juta investor.
Apresiasi itu pun disampaikan Pengamat Pasar Modal David Sutyanto. David bilang, "Apresiasi untuk Pak Iman yang telah membawa pasar modal kita sampai ke titik ini dimana jumlah investor domestik terus meningkat."
Seperti diketahui, Iman menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui RUPST pada 29 Juni 2022.
Iman memulai kariernya sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas (1998-2003), kemudian Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas (2003-2016), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (2016-2018), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (2018-2019), dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2019-2020).
Jabatan terakhir Iman sebelum sebagai Direktur Utama BEI adalah sebagai Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) (2020-2022).
Adapun Iman memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran pada tahun 1995 dan Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada tahun 1997. (*)
Related News
Inarno Mundur dari Kursi Empuk DK OJK Pasar Modal
Demutualisasi Sinyal Danantara Akan Masuk Bursa? Ini Tanggapan OJK
OJK Ultimatum 5 Poin Reformasi Keberlanjutan BEI, Geber Demutualisasi
OJK Segera Tunjuk Plt. Usai Dirut BEI Mundur, Operasional Terkendali
Titik Awal Pembenahan Pasar Modal RI
Sanksi Tegas BEI: 48 Emiten Telat Laporan Keuangan Kena Suspensi





