EmitenNews.com - IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan akhirnya menutup perdagangan di zona hijau, pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Dari data RTI Business, IHSG ditutup meroket hingga 7,57 persen atau naik 404,511 poin ke level 5.746,648.

Lonjakan ini didorong oleh 678 saham yang bergerak menguat, 89 saham melemah, dan 48 saham yang bergerak stagnan. Nilai turnover yang terjadi pada perdagangan hari ini mencapai Rp28,001 triliun dengan volume perdagangan mencapai 45,087 miliar lembar saham.

Senior Technical Analyst Mirae Asset, M Nafan Aji G menjelaskan usai menguat, secara teknikal pergerakan IHSG mulai berada dalam kondisi _downtrend_ yang sangat terbatas setelah sebelumnya berhasil membentuk pola _bullish engulfing line candlestick pattern_ dari _“wave (v)/5/A”_.

"Di sisi lain indikatoe Stochastics K_D dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume," katanya dalam riset harian, Rabu (10/6/2026).

Adapun untuk perdagangan hari ini, indeks diperkirakan bergerak pada rentang support di 5.546 dan 5.318 serta berada di resistance area kisaran 5.917 dan 6.058.

Begitu pun kata Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Ia memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5, cermati 5.184-5.282 sebagai area koreksi berikutnya. Adapun area penguatan IHSG terdekat berada di 5.763-5.784.

Dalam risetnya, MNC Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah yang dapat dicermati pelaku pasar, yaitu;

BBNI - Trading Buy

BBNI menguat 8,64% ke 3,270 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi BBNI sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (5).

Trading Buy: 3,160-3,240