EmitenNews.com - Soechi Lines (SOCI) bakal menggeber right issue maksimal Rp120 miliar. Itu dengan menjajakan 1,24 miliar saham pada harga pelaksanaan Rp120. Pengeluaran saham baru setara 14,97 persen itu, dibalut nilai nominal Rp100. 


Hasil dana right issue akan dipinjamkan kepada anak usaha. Nah, untuk memastikan pinjaman tersebut tidak melenceng dari kondisi arm’s length transaction, perseroan akan mengenakan bunga pinjaman dengan sumber tingkat suku bunga wajar. ”Tingkat suku bunga wajar pada saat pemberian pinjaman,” tulis Paula Marlina, Corporate Secretary Soechi Lines. 


Di sisi lain, setelah right issue dengan tambahan pemesanan seluruhnya diserap masyarakat tanpa eksekusi Soechi Group, struktur free float sekitar 26 persen atau 2,13 miliar. Lalu, seluruh right issue diserap pemegang saham, ada pesanan tambahan, dan pembeli siaga yaitu Paulus Utomo, dan Go Darmadi, masing-masing menyerok 206.250.000 lembar, struktur free float menjadi 16 persen alias 1,24 miliar saham.


Dan, jika right issue hanya dilaksanakan Paulus Utomo, dan Go Darmadi sebagai pemegang saham, dan pembeli siaga masing-masing mengeksekusi maksimal 306.250.000 lembar, strukturasi free float menjadi 14 persen alias selevel dengan 1,05 miliar eksemplar. 


Periode 2023-2024, perseroan menghadapi tantangan berupa harga kapal internasional cukup tinggi. Itu bisa membatasi ruang gerak perseroan melakukan ekspansi berupa akuisisi armada kapal. Oleh karena itu, perseroan akan menyesuaikan realisasi belanja modal kapal. Memperhatikan nilai investasi kapal yang diakuisisi dibanding tingkat pengembalian dari tarif sewa kapal calon pelanggan. 


Meski demikian, perseroan belum melakukan kebijakan lindung nilai secara formal. Karena mayoritas kontrak sewa kapal menggunakan basis mata uang dolar Amerika Serikat (USD). Apalagi, saat ini nilai tukar USD cenderung superior dibanding mata uang lain. ”Perseroan secara tidak langsung telah melakukan natural hedging atas transaksi non-USD,” ucap Paula. (*)