Volume Transaksi Diperkirakan Rendah, SIDO, ASII, ANTM, MEDC dan SMGR Laik Dicermati
:
0
EmitenNews.com -Ketiga indeks saham utama AS naik dalam perdagangan ringan sehari setelah liburan Natal, dengan S&P 500 menyentuh level intraday tertinggi sejak Januari 2022. Pada hari Jumat, ketiga indeks tersebut mencatatkan kenaikan mingguan 8 kali berturut-turut, merupakan pendakian mingguan terpanjang dalam beberapa tahun terakhir didukung data ekonomi yang mengindikasikan trend inflasi menurun mendekati target rata-rata tahunan The Fed sebesar 2%.
Indeks S&P 500 tinggal selangkah lagi dari level penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Januari 2022. Penutupan di atas level tersebut (4.796,56) akan mengonfirmasi bahwa indeks acuan telah berada dalam pasar bullish sejak menyentuh bottom Oktober 2022. Perdagangan pasar saham dengan volume tipis sehari setelah Natal juga terjadi di Australia, Hong Kong; sementara Inggris dan Jerman ditutup untuk Boxing Day.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun tipis pada yield 3,895%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun naik 1,8 basis poin pada yield 4,3584%. Indeks Dollar (DXY) tergelincir 0,17% ke level 101,47, naik sedikit dari level terendah 5 bulan di 101,42 yang dicapai pada hari Jumat. Dollar yang melemah membantu mengangkat Euro naik 0,3% menjadi USD1,104.
Para investor masih mencerna data yang dirilis pada hari Jumat yang menunjukkan harga-harga di AS turun di bulan November untuk pertama kalinya dalam lebih dari 3,5 tahun, menggarisbawahi daya tahan ekonomi. Acuan Inflasi yang paling digemari The Fed, yang diukur dengan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), turun 0,1% mom dan 3.2% yoy di bulan November. Kedua hasil lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan trend Inflasi aman terkendali.
Harga minyak melonjak lebih dari 3% di awal sesi ke level tertinggi dalam hampir sebulan, karena hal-hal bervariasi seperti: gejolak politik Timur Tengah yang masih terus berlanjut; namun di satu sisi juga investor berharap penurunan suku bunga akan mendorong pertumbuhan ekonomi global dan permintaan akan bahan bakar.
Minyak mentah AS memangkas kenaikan sebelumnya dan berakhir naik 2,1% pada USD75,12 per barel dan Brent berada di USD80,66, naik 2,01% pada hari itu. EMAS spot naik 0,7% menjadi USD2.067,19 per ons.
IHSG menancapkan kuku dengan mantap di titik closing 7237.52, masih tertib di jalur Uptrend. Dalam 3 hari trading yang tersisa, Research dari NH Korindo Sekuritas yang diterima EmitenNews.com Rabu (27/12/2023) memperkirakan volume transaksi akan rendah, oleh karena itu target akhir tahun lanjutan di area all-time-high 7355-7377 bisa jadi disimpan untuk Januari.
Secara teknikal IHSG basically masih tertib Uptrend di dalam pola parallel channel dan bergerak di atas MA10 & MA20, probably on the way menuju target akhir tahun 7368 di area ATH 7355-7377.
ASII Speculative Buy. Entry Level: 5550 Average Up >5625-5700 Target: 5825-5925 / 6000 / 6250 Stoploss: 5425
ANTM Speculative Buy Entry Level: 1665 Average Up >1670-1680 Target: 1750 / 1810-1850 / 1900 Stoploss: 1630.
Related News
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000





