Waduh, Listing Perdana Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Langsung Disambut ARB
:
0
EmitenNews.com - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP), merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang Consumer Goods dan Komoditas Agrikultur yang terintegrasi secara holistik dengan memiliki lima lini bisnis yakni Livestock, Meat Processing, Poultry, Commodity, serta Construction & Energy. Hari ini, secara resmi telah melaksanakan Pencatatan Perdana Saham di Bursa Efek Indonesia (IDX).
Listing perdana saham emiten ke-46 di tahun 2021 atau menjadi emiten ke- 758 dari total jumlah Emiten yang terdaftar di Bursa hingga saat ini. Disambut aksi jual, terlihat transaksi saham WMPP langsung drop di hari pertamanya. WMPP langsung menyentuh level terendah atau ARB dengan penurunan 6,88 persen atau 11 poin ke level Rp149 per saham dengan volume 18,80 juta saham, nilai transaksi Rp2,82 miliar dan frekuensi sebanyak 403 kali hingga pukul 09:01 WIB.
Pada prosesi IPO ini WMPP melepas 4,41 miliar saham baru, dimana jumlah tersebut mewakili 15,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh oleh WMPP setelah IPO. Dengan harga penawaran senilai Rp160. Dengan demikian, perseroan mengantongi Rp707,04 miliar dalam aksi IPO ini.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Surya Fajar Sekuritas, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Sementara itu, penjamin emisi efek adalah PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Valbury Sekuritas Indonesia, dan PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk.
Berdiri sejak 1995, WMPP merupakan salah satu Perusahaan consumer goods dan agricultural commodity terdepan di Indonesia. Didukung 5 lini bisnis yakni Livestock, Meat Processing, Poultry, Commodity, Construction & Energy yang terintegrasi secara holistik. Setiap tahunnya WMPP selalu mencatatkan pertumbuhan yang positif, ditambah lagi WMPP telah merancang rencana pertumbuhan jangka panjang, melalui pengembangan fasilitas integrated farming di Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Selain itu WMPP juga saat ini telah mengaplikasikan penggunaan energi terbarukan di berbagai fasilitas produksinya, dan akan terus dikembangkan di seluruh fasilitas produksi hingga mencapai kapasitas 158 MWp.
Related News
Rama Indonesia, Pengendali Baru DPUM Bagian Unirama Group
IRSX-iQIYI International Teken MoU Perkuat Konten & Ekosistem Digital
Sisa Dana IPO Rp3 Miliar, Emiten Voucher (DIVA) Parkirkan di BCA
Emiten Hapsoro (BUVA) Kucurkan Pinjaman Tambahan Rp22M ke Anak Usaha
Menengok Taktik Emiten SCNP Penuhi Free Float 15 Persen
BMRI–PSAB Bersiap Cum Dividen 15 September, BBCA–CMRY Cair Pekan Ini!





