Wall Street Drop, IHSG Kian Kinclong
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEW
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu seiring tekanan jual terhadap saham sektor teknologi berlanjut meski Micron Technology menguat signifikan usai melaporkan kinerja keuangan lebih baik dari ekspektasi. Lonjakan saham sektor non teknologi kembali berhasil membuat Dow Jones berakhir di zona positif.
Saham Apple anjlok 6,12 persen menjadi motor pelemahan sektor teknologi. Koreksi saham produsen, iPhone tersebut dipicu rencana Apple untuk menaikkan harga Macbook, dan Ipad menyusul lompatan harga komponen dari dua produk tersebut. Nasib serupa juga dialami Microsoft terkoreksi 3,46 persen.
Perosotan saham terjadi setelah Microsoft mengumumkan kenaikan harga konsole Xbox. Di sisi lain, indikator inflasi favorit The Fed yaitu PCE pada Mei 2026 dilaporkan naik 0,4 persen mom sedikit lebih rendah dari ekspektasi 0,5 persen mom. Secara tahunan sesuai ekspektasi 4,1 persen yoy.
Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street, aksi jual masif investor asing belanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Rebound harga beberapa komoditas, dan penguatan nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.885-5.770, dan resistance 6.115-6.230. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Japfa (JPFA), Timah (TINS), Wismilak (WIIM), HM Sampoerna (HMSP), Merdeka Copper (MDKA), dan Bank BCA (BBCA). (*)
Related News
IHSG Berlanjut Fluktuatif di Akhir Pekan
Dapat Komitmen dari INPEX, Bahlil Pastikan 2027 Proyek Masela Jalan
Potong Anggaran MBG, IHSG Menuju 6.100
Isu MSCI Mereda, IHSG Bakal Uji Area Ini Berikutnya
Saham Grup Barito Dominan Menguat, TPIA Memimpin
Gercep, Bank BSN Akad Massal 6.000 Rumah di Sumatera Utara





