Wall Street Jeblok, IHSG Cenderung Melemah
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Wall Street ditutup bervariasi mayoritas indeks melemah. Pelaku pasar mencermati data ekonomi untuk menilai arah kebijakan moneter The Fed tahun depan. Tekanan pasar juga datang dari sektor energi. Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) anjlok ke level terendah sejak awal 2021, menyeret saham-saham energi ke zona merah.
Saham raksasa minyak Exxon Mobil dan Chevron masing-masing turun 2 persen. Saham ConocoPhillips, dan Marathon Petroleum juga tercatat melemah. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan penambahan lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) 64 ribu pada November 2025, setelah turun pada Oktober 2025 akibat pemangkasan belanja pemerintah.
Namun, tingkat pengangguran naik menjadi 4,6 persen pada November 2025 di tengah ketidakpastian ekonomi dipicu kebijakan perdagangan agresif Presiden AS Donald Trump. Laporan terpisah rilis Selasa menunjukkan penjualan ritel AS stagnan pada Oktober 2025, sedikit di bawah perkiraan para ekonom dalam survei Reuters dengan proyeksi naik 0,1 persen.
Koreksi mayoritas indeks Wall Street, dan aksi net sell asing perdagangan kemarin berpotensi menjadi katalis negatif, koreksi mayoritas komoditas dapat menjadi katalis negatif tambahan. investor dalam negeri, hari ini menanti rilis data BI Rate. Di mana, konsensus memperkirakan BI-Rate tetap dipertahankan pada level 4,75 persen.
Oleh sebab itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu, 17 Desember 2025 diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah terbatas. Indeks akan menyusuri kisaran support 8.600-8.520, dan resistance 8.772-8.854. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham UNVR, EMTK, SMGR, GOTO, CUAN, dan TLKM. (*)
Related News
Bos Danantara Blusukan ke BEI, Mau Tengok Agenda Rapat Bersama MSCI
OKI Pulp & Paper Geber Pendanaan Jumbo Lewat Obligasi dan Sukuk Ini
Kembali Berdarah, IHSG Sesi I (2/2) Ambles Parah 5,31 Persen ke 7.887
BLK Disiapkan Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis
Investor Jangan Panik! Pasar Lagi Detox Lihat Saham Fundamental
Mentan Minta Daerah Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal





