Wall Street Koreksi, IHSG Lanjut Menguat
:
0
Seseorang berjalan di bagian teras depan gedung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu dipicu koreksi signifikan saham sektor teknologi berkapitalisasi besar. Padahal, pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menuai sukses besar.
Meta drop 11,33 persen, dan Mricrosoft susut 2,92 persen. Pelemahan signfikan itu, terutama dipicu kekhawatiran investor terhadap prospek belanja modal terus membesar setiap tahun. Sementara itu, usai melakukan pertemuan bilateral, AS sepakat untuk menurunkan tarif impor Fentanyl 10 persen.
Menyusul kesepakatan itu, total tarif impor untuk Tiongkok turun menjadi 47 persen dari sebelumnya 57 persen. China sepakat untuk menghentikan ekspor Fentanyl ke AS, membeli kedelai, produk pertanian lain, dan menunda pengetatan ekspor mineral tanah jarang selama setahun.
Koreksi indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, rilis laporan keuangan emiten makin masif, aksi beli investor asing berlanjut, dan lonjakan harga beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Dengan begitu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 31 Oktober 2025, indeks akan menjelajahi kisaran support 8.130-8.075, dan resistance 8.240-8.290. Menilik data dan fakta itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyerbu saham-saham berikut.
Yaitu, Dharma Satya Nusantara (DSNG), HM Sampoerna (HMSP), Goto Gojek Tokopedia (GOTO), Merdeka Copper Gold (MDKA), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), dan Perusahaan Gas Negara alias PGN (PGAS). (*)
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





