Wall Street Perkasa, IHSG Susuri Zona Merah
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas menguat. Pada awal sesi ketiga indeks sempat bergerak menguat cukup signifikan ditopang kenaikan saham teknologi produsen Chip. Itu setelah Seagate Technology melaporkan kinerja keuangan lebih baik dari ekspektasi.
Namun, kemudian penguatan indeks berangsur mengecil, dan memaksa S&P 500 harus berakhir di zona merah setelah The Fed dalam kesimpulan rapat selama dua hari kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen, dan menyatakan ekonomi Amerika Serikat (AS) solid, dan pasar tenaga kerja stabil.
Pernyataan tersebut menyiratkan kebijakan suku bunga acuan tidak akan berubah dalam waktu dekat setidaknya hingga Mei 2026 ketika masa jabatan Jerome Powell sebagai gubernur The Fed berakhir. Lonjakan Wall Street, dan mayoritas komoditas dipredikasi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, aksi jual masif investor asing setelah MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia, dan kekhawatiran Indonesia masuk kategori pasar frontier dari pasar negara berkembang berpeluang menjadi sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 29 Januari 2026, indeks akan mengorbit kisaran support 8.180-8.040, dan resistance 8.460-8.600. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham MYOR, CMRY, INDF, EMAS, MDKA, dan WIIM. (*)
Related News
CIMB Niaga Gelar Tour de Bank (TDB), ini Tujuannya
Moratorium Dibuka, BUMN Thailand Kembali Incar Hulu Migas RI
Rumput Laut RI Bebas Tarif AS, Negara Pesaing Kena 12,5%
I-EU CEPA Siap Diteken: Sawit, Karet, Alas Kaki Bebas Tarif
Jajaran Top Losers Sepekan, TCPI, TMPO Hingga FILM
Emiten H Isam (JARR) Masuk Top Gainers Sepekan, Cek Daftar Lengkapnya





