Waspada! Aksi Jual Investor Asing Tekan IHSG
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas menguat tipis. Itu setelah data ketenagakerjaan sektor swasta mencatat rekor terlemah dalam dua tahun terakhir. Hasil tersebut memicu kekhawatiran investor akan dampak kebijakan tarif impor terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS).
Berdasar data ADP, pada Mei lalu sektor swasta hanya mencatat penambahan jumlah pekerja 37 ribu lebih rendah dari bulan sebelumnya direvisi turun menjadi 60 ribu, dan juga konsensus memprediksi penambahan jumlah pekerja 110 ribu. Data itu, membayangi data non farm payroll akan rilis Jumat pekan ini.
Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Aksi jual investor asing, dan sikap hati-hati investor menjelang libur panjang berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks.
Indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.035-7.000, dan resistance 7.105-7.140. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut.
Yaitu, Indofood Sukses Makmur (INDF), Alamtri Minerals Indonesia (ADMR), HM Sampoerna (HMSP), Kalbe Farma (KLBF), Amman Minerals (AMMN), dan Bumi Resources Minerals (BRMS). (*)
Related News
Jebol! IHSG Anjlok 2,59 Persen ke 5.936, Ini Biang Keroknya
IHSG dan Harga Saham BBCA Sama-Sama Anjlok di Bawah 6.000
Astra dan Kadin Bekali 30 UMKM Tangkap Pasar Global
Transaksi Rp1,46T, KISI Challenge: Beyond Tomorrow Makin Sengit
Seluruh Sektor Tertekan, IHSG Siang (12/10) Terkoreksi Nyaris 2 Persen
AASI Perkuat Kapasitas dan Apresiasi Tenaga Pemasar Asuransi Syariah





