Waspadalah, Super Flu Sudah Menginfeksi Sejumlah Negara di Asia
Ilustrasi ancaman penularan virus influenza A (H3N2) subklad K atau super flu sudah mengintai, dan menginfeksi sejumlah negara di Asia. Dok. JPNN.
EmitenNews.com - Pemerintah perlu mengantisipasi ancaman penularan virus influenza A (H3N2) subklad K atau super flu tanpa perlu menunggu adanya lonjakan kasus. Pasalnya, data yang ada menunjukkan, super flu sudah menginfeksi sejumlah negara, seperti China, Korea Selatan, Jepang, hingga Singapura.
Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya kepada wartawan seperti dikutip Kamis (8/1/2026).
"Kami meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, melakukan langkah antisipasi sejak dini. Sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sangat penting karena terbukti efektif menekan penularan virus pernapasan, termasuk influenza," ujar Neng Eem dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Penggunaan masker sebagai pencegahan awal, dinilai dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah penularan super flu semakin luas. Selain pencegahan di tingkat masyarakat, pemerintah harus memastikan kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat pelindung diri, sistem deteksi dini, hingga mekanisme penanganan pasien.
Data yang ada menunjukkan, kasus influenza di Indonesia naik sampai 38 persen. Bahayanya, karena diperkirakan terus meningkat hingga awal tahun 2026. Untuk itu, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi faktor penentu agar kasus tidak melonjak.
“Ini bukan upaya menakut-nakuti masyarakat, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap kesehatan publik," ujar Neng Eem lagi.
Karena itulah, pemerintah harus melakukan pencegahan sejak awal tanpa harus menunggu terjadinya lonjakan kasus. Karena, pencegahan jelas lebih murah dan lebih efektif dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas. Koordinasi lintas sektor dan kesiapan layanan kesehatan tidak boleh ditunda.
"Imunisasi influenza dapat menurunkan risiko keparahan jika terinfeksi. Penggunaan masker, kesiapan faskes, dan imunisasi harus berjalan bersamaan agar dampak superflu dapat ditekan," katanya lagi.
Sejauh ini, Kementerian Kesehatan mencatat ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025. Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine menyampaikan, kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Sebagai langkah pencegahan penyebaran super flu, Kemenkes meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perlu menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan. Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.
Secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Hingga kini telah dilaporkan menjangkit pada lebih dari 80 negara.
Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan menjangkau sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.
"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," ujar Prima. ***
Related News
Setengah Anak Indonesia Pernah Lihat Konten Seksual di Internet
Angkutan Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan 36.660 Armada Mudik Gratis
KPK Dalami Proses Pengadaan Asam Format Kementan 2021
Ratusan Kades Terjerat Korupsi, Kejaksaan Perkuat Pengawasan Dana Desa
Pemerintah Batasi Akses Anak di Bawah 16 Tahun Dalam Bermedsos
Atasi Keterbatasan Fiskal Pemprov Kepri Teken Pinjaman Rp400M dari BJB





