WBSA Pasien Baru HSC, Kubur Mimpi Masuk Indeks Flagship
:
0
Direktur Utama WBSA, Edwin Wibowo saat pelaksanaan IPO PT BSA Logistics Indonesia Tbk di BEI, Jumat (10/4/2026). Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - BSA Logistics Indonesia (WBSA) menjadi ‘pasien’ baru emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi alias high shareholding concentration (HSC). Itu menyusul 95,82 persen saham WBSA dimiliki segelintir investor. Data dan fakta tersebut tersaji berdasar struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 7 Mei 2026.
Kondisi itu, menunjukkan sebagian besar saham WBSA berada di tangan kelompok investor terbatas. Struktur kepemilikan seperti itu, menjadi perhatian bagi pelaku pasar karena dapat memengaruhi likuiditas perdagangan saham di pasar reguler.
Informasi tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor Peng-00010-HSC/BEI.WAS/05-2026 dan KSEI-3075/DIR/0526 yang ditandatangani Direktur BEI, Kristian S. Manullang, dan Direktur KSEI, Eqy Essiqy, pada 8 Mei 2026.
Kendati begitu, operator pasar modal nasional yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan pengumuman WBSA sebagai kelompok HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan berlaku di bidang pasar modal.
ARA Berjilid-jilid
BSA Logistics Indonesia merupakan perseroan terbatas berdiri pada 2021 dengan bidang usaha bergerak sektor transportasi, dan logistik. BSA Logistik kemudian go public, dan sekaligus menjadi emiten pertama tahun 2026. Merujuk data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) edisi April 2026, pemilik saham WBSA di atas 1 persen sebagai berikut.
Yaitu, Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd 6,85 miliar helai alias 79,01 persen. Zico Trust (S) Ltd sebanyak 324,17 juta lembar atau 3,74 persen. Lion Trust (Singapore) Limted mengempit 356,89 juta eksemplar setara 4,11 persen. Terakhir, Caerdydd Investments Pte Ltd menguasai 422,14 juta saham selevel dengan 4,87 persen.
Pada awal pencatatan, saham WBSA mengalami Auto Rejection Atas (ARA) atau batas maksimal kenaikan harga suatu saham dalam satu hari perdagangan berturut-turut sejak pencatatan perdana saham. Harga WBSA pada pencatatan awal langsung bertengger di level Rp226 per lembar alias ARA.
Berujung FCA
Melejit 58 poin setara 34,52 persen dari harga initial public offering (IPO) Rp168. Tercatat saham WBSA melakoni ARA beruntun 9 kali dengan lonjakan 1.162 poin alias 691,66 persen menjadi Rp1.330 per saham pada 23 April 2026.
Related News
Tambah Porsi Senilai Rp42,77M, Budi Delta Kini Kuasai 37,65 Saham BUDI
Semester I Laba Bersih TUGU Tembus Rp480 Miliar, ini Penopangnya
XLSMART (EXCL) Bayar Kupon Obligasi dan Sukuk Ijarah, Total Rp3,07M
Kuasai 25,60% Saham, Bumi Arsana Umumkan Bukan Pengendali Baru OKAS
Begini Dalih OJK Perkara BNBR Disanksi Administratif Skala Menengah
Emiten Raffi Nagita (RANS) Pamer Jadi Mitra Setia Mayora Group (MYOR)





