Yang Tak Tercatat Mencapai 30 Persen, Impor Produk Tekstil Mau Dibatasi
EmitenNews.com - Pemerintah akan melakukan pembatasan atau restriksi impor produk tekstil sebagai tindak lanjut laporan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia yang mencatat unrecorded impor (impor tidak tercatat) produk tekstil mencapai 31 persen.
"Kami (Kemenkop UKM) dengan Mendag [sepakat] untuk melindungi pasar domestik yang selama ini disuplai oleh produk-produk tekstil UMKM, yang terpukul oleh dua hal tadi. Yakni unrecorded impor yang mencapai 31 persen pakaian jadi, termasuk pakaian bekas yang ilegal," katanya dalam konferensi pers di Kantor KemenKopUKM Jakarta, Senin.
Teten menegaskan impor pakaian jadi terutama pakaian bekas ilegal sangat mengganggu pasar lokal karena bisa dipastikan produk lokal tidak bisa bersaing dari segi harga dengan pakaian bekas ilegal yang notabene merupakan sampah dan tidak membutuhkan biaya produksi.
"Kalau pakaian bekas ilegal ini masuk karena mereka kan ke sini masuknya sebagai sampah ya, tidak mungkin kita bisa bersaing pasti mati UMKM kita di pasar domestik," ujarnya.(*)
Related News
11 Sektor Hijau Serentak! IHSG Melesat 1,19 Persen Usai Imlek
Aman dan Produktif, IPOT Luncurkan xRDN
Usai Libur Imlek, IHSG Sesi I Lanjut Ngegas 0,89 Persen ke 8.285
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Jateng-DIY Jelang Ramadan
Pasokan Masuk, Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Turun
Sudah 2,9 Juta WP Lapor SPT Lewat Coretax





