Yen Melemah, Nikkei Naik 0,9% Jelang Keputusan Suku Bunga BOJ
:
0
Mata uang yen Jepang. (Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Nilai tukar yen Jepang terkoreksi hingga melewati level 156 per dolar AS pada Jumat (18/9/2026). Di sisi lain, indeks Nikkei 225 menguat 0,9% ke level di atas 64.600, mencatatkan kenaikan dalam tiga sesi berturut-turut di tengah penantian investor terhadap keputusan kebijakan Bank of Japan (BOJ).
Berdasarkan data dari Trading Economics, pergerakan bursa terjadi menjelang pengumuman BOJ yang diperkirakan luas akan menaikkan suku bunga acuan. Pelaku pasar menanti petunjuk pengetatan moneter lanjutan saat para pembuat kebijakan menghadapi tingginya inflasi, pertumbuhan upah, serta tekanan dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Dari sisi indikator makro, tingkat inflasi tahunan Jepang bertahan di posisi 1,9% pada Agustus. Namun, inflasi inti melambat dari 1,8% pada Juli menjadi 1,7% pada Agustus, menandai penurunan pertama dalam empat bulan sekaligus bertahan di bawah target BOJ 2% selama tujuh bulan berturut-turut.
Kendati melambat, ekspektasi penguatan tekanan harga akibat gangguan geopolitik di Timur Tengah tetap mendukung prospek kebijakan agresif BOJ. Awal bulan ini, yen sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan didorong ekspektasi pengetatan BOJ, aksi intervensi bersama Tokyo dan Washington, serta potensi repatriasi modal oleh investor domestik.
Sektor teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memimpin kenaikan bursa Tokyo mengikuti reli Wall Street. Saham Kioxia menguat 3,2%, SoftBank Group naik 4,1%, Advantest bertambah 4%, Lasertec melesat 5,5%, dan Ibiden Co naik 3,3%.
Kenaikan saham teknologi di kawasan Asia berpotensi menaikkan selera risiko investor terhadap saham-saham sektor teknologi dan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara potensi pengetatan BOJ perlu dicermati terhadap stabilitas arus modal regional.(*)
Related News
Harga Minyak Melandai, Bursa Asia Pasifik Kompak Melesat
Efek Bunga Fed Mereda, Saham Chip Global Bangkitkan Kospi
Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Saham Teknologi Wall Street Naik
Harga Minyak Brent Turun ke USD104, Timur Tengah Mulai Kondusif
Komitmen Migas USD141,5 Juta Jadi Sentimen Segar Saham Energi
HOKI Ungkap Dampak Kasus Beras Fortifikasi, 4 Produk dalam Pemeriksaan





