EmitenNews.com - PT Indointernet Tbk (EDGE) berencana beralih status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup melalui skema go private sekaligus penghapusan pencatatan saham dari Bursa Efek Indonesia.

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 22 April 2026, dengan agenda utama memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas langkah strategis tersebut.

Sebagai bagian dari proses go private, Digital Edge (Hong Kong) Ltd selaku pemegang saham pengendali akan melaksanakan penawaran tender sukarela untuk membeli saham publik.

Manajemen EDGE dalam Keterbukaan Informasi di Jakarta, Senin (20/4/2026) mengungkapkan bahwa pengendali berencana membeli maksimal 159.598.500 saham atau setara 7,90% dari modal disetor perseroan guna meningkatkan kepemilikan sebelum proses delisting dilakukan.

Harga tender sukarela ditetapkan sebesar Rp11.500 per saham. Perseroan menyebut harga tersebut mencerminkan premi sebesar 141,2% dibandingkan harga rata-rata tertinggi harian saham EDGE selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana, yakni Rp4.768 per saham.

Penawaran premium tersebut ditujukan untuk memberikan opsi keluar yang menarik bagi pemegang saham publik.

Likuiditas saham rendah

Manajemen EDGE mengungkapkan keputusan go private didorong oleh perubahan strategi bisnis dalam grup Digital Edge yang membutuhkan fleksibilitas lebih besar dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, likuiditas perdagangan saham EDGE dinilai rendah sehingga menyulitkan pemegang saham publik untuk melakukan transaksi secara optimal di pasar sekunder.

Perseroan juga menyatakan tidak lagi membutuhkan pendanaan dari pasar modal dan ingin lebih fokus pada pengelolaan portofolio aset tanpa tekanan volatilitas harga saham publik.

Kondisi tersebut dinilai lebih mendukung strategi jangka panjang perusahaan, khususnya dalam pengembangan bisnis pusat data dan infrastruktur digital.

Sebagai informasi, perdagangan saham EDGE telah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia sejak 10 Februari 2026 atas permintaan perseroan.

Apabila RUPSLB menyetujui rencana tersebut, proses go private akan dilanjutkan dengan periode tender sukarela dan diakhiri dengan delisting oleh BEI serta KSEI yang ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.

Sementara, bagi pemegang saham publik yang tidak mengikuti tender akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup, namun tanpa likuiditas perdagangan di bursa.