EmitenNews.com - Samcro Hyosung Adilestari (ACRO), sebagai pemimpin pasar global industri Hook & Loop, mengumumkan tonggak sejarah transformatif penyelesaian pengajuan paten teknologi terbaru, Sistem Dispenser Velcro. Inovasi itu, dirancang dengan konsep Simple & Loss-Free diharap dapat membantu mengatasi masalah penyimpanan, dan meminimalisir tingkat kerugian (loss rate) material secara drastis. 

Manajemen ACRO memproyeksi teknologi tersebut tidak hanya akan meningkatkan kecepatan operasional hingga 20 persen sektor logistik, dan seluruh lini manufaktur, tetapi juga menjadi kunci bagi ACRO untuk mendominasi pasar B2C (Business to Consumer) produk kebutuhan sehari-hari. 

Melalui paten itu, ACRO memperluas cakupan bisnis dari sekadar manufaktur Velcro menjadi pemain utama pasar solusi pengemasan (Packaging Solution), mencakup berbagai jenis pengemasan pita (tape), dan ban (band). Nah, untuk mendukung rencana ekspansi bisnis solusi pengemasan, perseroan akan memperkuat kapabilitas riset, dan pengembangan.

Termasuk menjajaki potensi kolaborasi dengan institusi akademis, dan firma desain profesional masa depan. Paten tersebut tonggak sejarah transformasi ACRO dari manufaktur komponen menjadi perusahaan teknologi bernilai tinggi. Perseroan tidak hanya menjual produk, namun menjual efisiensi, inovasi, dan pertumbuhan bagi mitra. 

”Minat kami terima sejak tahap pengembangan dari sektor manufaktur, logistik, hingga consumer goods menegaskan potensi komersial luar biasa dari inovasi tersebut. Kami menargetkan pendapatan dari lini bisnis baru ini mulai terealisasi pada semester kedua tahun 2026,” tegas Chung, Direktur Utama ACRO. 

Para analis pasar melihat produk baru ACRO ini akan menciptakan sinergi kuat dengan pertumbuhan pesat pasar e-commerce, dan pengemasan logistik Indonesia. Manajemen ACRO optimistis komersialisasi produk paten tersebut, dengan margin keuntungan jauh lebih tinggi, akan berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. 

Perseroan menarget inovasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan laba operasional (Operating Profit) pada tahun fiskal 2026 dibanding kinerja bisnis konvensional. Seiring paten strategis di tengah tren positif harga saham, dan peningkatan minat investor asing maupun institusi, ACRO berkomitmen memperkuat aktivitas hubungan isnvestor untuk memaksimalkan nilai pemegang saham, dimulai dengan momentum pengumuman paten ini. (*)