Animo Tukar Uang Pecahan Baru Meningkat Hampir Dua Kali Lipat
Bank Indonesia (BI) mencatat animo masyarakat untuk menukarkan uang pecahan baru menjelang Idulfitri 2026 meningkat signifikan.(Foto: BI)
EmitenNews.com - Bank Indonesia (BI) mencatat animo masyarakat untuk menukarkan uang pecahan baru menjelang Idulfitri 2026 meningkat signifikan. Tradisi berbagi uang baru saat Lebaran menjadi salah satu faktor utama peningkatan tersebut.
Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Faris Budiawan, mengatakan fenomena ini terjadi setiap tahun. Menurutnya, kebutuhan uang tunai biasanya meningkat karena tradisi pemberian THR kepada keluarga dan kerabat.
“Bank Indonesia sudah mengantisipasi dan menyiapkan uang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada tahun ini, layanan penukaran kepada masyarakat juga sudah sangat meningkat nih dan terlihat sangat tinggi,” kata Faris dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu (15/3).
Ia menjelaskan, hingga Kamis pekan lalu jumlah masyarakat yang menukarkan uang mencapai sekitar 1.076.000 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibanding tahun 2025 yang berkisar 580 ribu penukar.
“Ini adalah tendensi atau indikasi meningkatnya animum masyarakat untuk memberikan uang layak edar kepada sahabat-saudaranya di Hari Raya. Faktor lain adanya transaksi ekonominya ini juga cukup tinggi pada saat Hari Raya Idulfitrinya.
Advertisement
BI pun telah menyiapkan dana besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pada 2026, BI menyediakan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun untuk kebutuhan masyarakat.
“Jadi ada sekitar, Rp185,6 triliun itu meningkat 15% dibanding tahun lalu sekitar Rp161 triliun. Nah, dari Rp185,6 triliun ini Rp177 triliun itu kita alokasikan ke teman-teman perbankan,” katanya.
Faris mengatakan, layanan penukaran kini tidak hanya tersedia di loket Bank Indoensia. BI juga bekerja sama dengan perbankan serta memperkuat layanan melalui aplikasi penukaran uang Pintar.
“Bukan hanya di loket-loket Bank Indonesia atau kegiatan khas keliling, tetapi kita sekarang juga sudah berkoordinasi dengan teman-teman perbankan. Jadi teman-teman perbankan juga melakukan layanan penukaran termasuk penguatan aplikasi layanan penukaran Pintar,” ujarnya.
Secara keseluruhan, layanan penukaran uang pada tahun ini mencapai 8.755 titik layanan. Masyarakat juga dapat menukarkan uang hingga Rp5,3 juta per orang.
Advertisement
“Layanan penukaran ini kita sudah buka di dua termin, termin pertama itu di minggu pertama, kemudian termin kedua di minggu kedua Ramadan. Nah, semua layanan penukaran memang dilakukan melalui aplikasi Pintar agar lebih tertib,” ujarnya.
Meski pendaftaran resmi telah ditutup, BI masih mempertimbangkan penambahan layanan tematik. Penukaran tambahan kemungkinan dibuka di lokasi tertentu yang dilalui pemudik.
Faris juga mengimbau masyarakat menukar uang di layanan resmi Bank Indonesia atau perbankan. Langkah itu penting untuk memastikan keaslian uang serta keamanan transaksi.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, kiranya masyarakat dapat melakukan penukaran di layanan-layanan resmi yang dibuka oleh Bank Indonesia maupun teman perbankan. Karena di layanan-layanan resmi tentu kita yakini kehasilan uang rupiahnya itu, kemudian kita juga menjamin keamanannya,” kata Faris
Menurut Faris, dengan banyaknya titik layanan yang tersedia, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat terpenuhi. BI juga akan terus memantau kondisi di lapangan selama periode mudik Lebaran.(*)
Related News
Sempat Rontok 3 Persen, IHSG Sesi Siang Berkunjung Pulih di 7.039
Hadapi Kemarau Lebih Awal, Petani Didorong Pakai Varietas Padi Adaptif
IHSG (16/3) Dibuka Tertekan di Awal Pekan, Ambruk 3,08 Persen ke 6.917
Sepakati Investasi Rp339 Triliun, Proyek Gas Masela Segera Dimulai
Mengekor Wall Street, IHSG Loyo
Tertekan, IHSG Menuju 7.071





