Anjlok 30 Persen, Laba UNVR 2024 Tersisa Rp3,36 Triliun
Gedung pusat Unilever Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Unilever Indonesia (UNVR) menutup 2024 dengan torehan laba bersih Rp3,36 triliun. Anjlok 30 persen dari episode sama akhir tahun lalu senilai Rp4,8 triliun. Koreksi laba itu, karena penurunan penjualan, dan kenaikan investasi yang diperlukan dalam transformasi.
Penjualan bersih Rp35,1 triliun, melorot 9 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp38,61 triliun. Perosotan penjualan itu, karena pertumbuhan harga dasar alias underlying price growth (UPG) minus 3,6 persen, dan pertumbuhan volume dasar atau underlying volume growth (UVG) tekor 5,2 persen.
Penjualan setahun penuh secara signifikan dipengaruhi berbagai upaya tegas, dan berani untuk mengatasi masalah operasional demi memprioritaskan pertumbuhan jangka panjang. Harga pokok penjualan Rp18,41 triliun, turun dari Rp19,41 triliun. Laba kotor Rp16,71 triliun, drop 12,92 persen dari Rp19,19 triliun.
Beban pemasaran dan penjualan Rp8,78 triliun, berkurang dari Rp8,99 triliun. Beban umum dan administrasi Rp3,49 triliun, susut dari Rp3,91 triliun. Beban lain-lain Rp20,08 miliar, longsor dari surplus Rp75 juta. Laba usaha Rp4,41 triliun, menukik 29,66 persen dari Rp6,27 triliun.
Penghasilan keuangan Rp18,47 miliar, merosot dari Rp28,56 miliar. Biaya keuangan Rp82,93 miliar, berkurang dari Rp105,97 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp4,35 triliun, turun dari Rp6,2 triliun. Jumlah ekuitas Rp2,14 triliun, turun dari akhir 2023 senilai Rp3,38 triliun.
Total liabilitas Rp13,89 triliun, naik dari akhir tahun sebelumnya Rp13,28 triliun. Jumlah aset Rp16,04 triliun, susut dari Rp16,66 triliun. Sepanjang 2024, perseroan mengklaim mengambil tindakan tegas, dan berani untuk menangani masalah- masalah utama dengan semaksimal mungkin.
Meski berbagai upaya tersebut berdampak pada kinerja jangka pendek, namun langkah-langkah itu berhasil memperkuat fundamental bisnis. Berbagai tindakan untuk me-reset (menata ulang) bisnis yang dilakukan akan meringankan biaya, dan mendorong pertumbuhan. Perseroan mulai melihat progres, dan percaya upaya-upaya akan membangun landasan lebih kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.
”Prioritas utama kami meliputi penajaman fokus pada area-area dengan potensi tinggi, menyelaraskan organisasi seraya membangun talenta yang kuat dan mumpuni dibidangnya, mempertajam keunggulan merek, terus meningkatkan efisiensi, dan pelaksanaan operasional. Dengan memastikan implementasi strategi efektif, dan memberikan hasil terukur. Kami memposisikan bisnis kami untuk kesuksesan jangka panjang. Dengan perencanaan matang, dan upaya terarah, kami yakin perseroan dapat menghadapi tantangan, dan membangun masa depan lebih kuat,” tegas Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap. (*)
Related News
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program TJSL Sepanjang 2025, Cek Hasilnya
Perkuat Modal Kerja dan Pangkas Utang, CASH Tebar 996 Juta Saham Baru
GIAA dan Embraer Bertemu Prabowo, Ini yang Dibahas
INET Resmi Tuntaskan Akuisisi Saham PADA Senilai Rp106,3 Miliar
NPGF Raih Kredit Rp54,02 Miliar dari Bank Sinarmas untuk Modal Kerja
IMPC Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback 166 Juta Saham





