Apple Naik Sendirian, Kapitalisasi Tembus USD5 Triliun
:
0
Apple Inc. mencatatkan rekor sejarah baru setelah nilai kapitalisasi pasarnya berhasil menembus angka USD5 triliun untuk pertama kalinya. (Ilustrasi: Yahoo Finance)
EmitenNews.com - Apple Inc. mencatatkan rekor sejarah baru setelah nilai kapitalisasi pasarnya berhasil menembus angka USD5 triliun untuk pertama kalinya pada penutupan perdagangan Bursa Saham New York, Rabu (14/10) waktu setempat.
Saham Apple ditutup menguat 0,5 persen ke posisi USD342,96 per saham. Capaian ini mendorong nilai kapitalisasi pasar raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut mencapai USD5,005 triliun, menjadikannya perusahaan publik kedua di AS yang mencapai ambang batas tersebut setelah Nvidia.
Kenaikan harga saham Apple terjadi di tengah pelemahan mayoritas saham teknologi yang menyeret indeks Nasdaq merosot 1,88 persen pada hari yang sama. Pencapaian ini diraih sekitar satu setengah bulan setelah John Ternus resmi menjabat sebagai CEO menggantikan Tim Cook.
Daya tarik produk serta kinerja keuangan Apple turut menjadi perhatian investor global dan pelaku pasar modal di Indonesia. Kesediaan konsumen membayar harga lebih tinggi dinilai menjadi salah satu pemicu sentimen positif pasar.
"Kesediaan konsumen untuk membayar harga yang lebih tinggi menjadi salah satu alasan investor memandang Apple secara positif," ungkap Analis Bank of America Wamsi Mohan sebagaimana dikutip dari risetnya.
Pertumbuhan valuasi Apple disokong oleh kinerja keuangan kuartal ketiga fiskal yang solid dengan pendapatan mencapai USD109,4 miliar, naik 16 persen secara tahunan. Laba per saham perusahaan juga mencatatkan lonjakan hingga 29 persen menjadi USD2,02.
Langkah efisiensi modal dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) turut membantu Apple menjaga arus kas tetap stabil. Berbeda dari pesaingnya yang menggelontorkan investasi infrastruktur AI secara masif, Apple memilih memanfaatkan sumber daya komputasi dari pihak luar.
Meski berhasil mencetak rekor, Apple masih menghadapi sejumlah tantangan seperti penguatan daya saing fitur AI pada produknya, respons pasar terhadap perangkat baru iPhone Duo, serta kekhawatiran pelaku pasar terkait valuasi saham yang tergolong tinggi.(*)
Related News
IHSG Berpotensi Sideways di 5.800-6.000, Support Krusial 5.851
Waspada, IHSG Terancam Koreksi
Dijajaki: Industri Mamin Bisa Serap Stok Lama Beras Bulog
IHSG Rabu Naik Tipis 17 Poin ke 5.943, Sempat Tembus Level Psikologis
Ajaib Perkuat Layanan Margin Trading, Tersedia Hingga 349 Efek Margin
IHSG Siang Berhasil Rebound, Tapi Asing Justru Net Sell Rp1,16T





